ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Wulan: Dipisahkan Dengan Ibu, Dikhianati Ayah, Dan Didewasakan Adik-Adiknya
20 September 2023 17:00
6 tahun berlalu, tak sekalipun setelah peristiwa kelam itu NK datang kembali untuk menemui anak-anaknya. Ketika ditanya apakah ia masih dendam pada ayahnya, Wulan menjawab disela-sela isak tangisnya.
“Masih dendam. Bahkan kalau dia datang mungkin saya nggak mau menemui”, ujar Wulan, “Gimana, ya? Setelah sekian lama, rasa itu tidak pernah hilang, e…”
Bagaimana tidak, selain menghancurkan keluarganya, tak pernah memenuhi kewajibannya sebagai ayah, NK juga telah memisahkan Wulan dan adik-adiknya dengan Ibu mereka. Pun tak sepeserpun uang ia berikan untuk membesarkan anak-anaknya. Mereka ditelantarkan begitu saja. Yang saat itu Wulan miliki sebagai tinggalan hanya rumah kecil yang berisi kenangan-kenangan tragis akan mendiang ibunya.
Di usia yang masih remaja Wulan dipaksa untuk dewasa lebih awal. Dalam keadan pilu karena ditinggal Ibu dan murka karena dikhianati ayah, ada adik-adiknya yang masih kecil. Wulan cepat bangkit dari keterpurukannya. Pada saat sekolah, ia sudah mengambil pekerjaan sambilan paruh waktu sebagai penjaga toko. Setelah lulus, ia langsung melamar kerja. Sedikit demi sedikit, pundi rupiah ia kumpulkan, tujuannya untuk memiliki rumah baru.
“Saya pengen punya rumah sendiri. Ndak enak kalau saya terus-terusan merepotkan Pakdhe”, tutur Wulan.
Akhirnya pada tahun 2023 ini ia mulai mewujudkan keinginannya itu. Dirobohkannya rumah yang penuh kenangan pilu itu, dan dibangunlah pondasi. Namun pembangunan berjalan pelan, karena pendapapatannya dari bekerja di pabrik pun tak seberapa. Itu sebelum ia dipertemukan oleh Alloh dengan OPSHID.
“Bagaimana ya perasaannya? Ya senang. Senang sekali. Saking senangnya sampai tidak percaya”, itu yang dirasakan Wulan ketika ia diberi kabar bahwa rumahnya akan dibangunkan oleh OPSHID.
Pada saat peletakkan batu pertama pembangunan Rumah Syukur milik Wulan (17/09/23) lalu, ia dan adik-adiknya terlihat beberapa kali menitikkan air mata. Bagi Wulan, Rumah Syukur yang diberikan oleh Alloh padanya melalui jiwa-jiwa OPSHID ini, bukan hanya sekedar rumah untuk tempatnya tinggal. Tapi sebuah monumen dalam perjuangannya. Atap untuk bernaung, tempat untuk kembali, dan harapan baru untuk bisa menjalani hidup yang bahagia bersama adik-adiknya.
(OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang