ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Relawan Muda: Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pelaku Program Rumah Syukur!
03 Oktober 2024 17:00
Umumnya pendidikan di perguruan tinggi cenderung fokus pada kecerdasan otak serta gelar akademis, lain halnya dengan Al Isti’daadu Lil Maqooshidul Qur-aan (IMQ) atau Jenjang Persiapan menuju Maqooshidul Qur-aan yang fokus pendidikannya pada akhlaqul karimah dan semangat cinta tanah air.
Pendidikan formal di IMQ berlangsung selama 3 hari dalam sepekan dengan dua jurusan dan berbagai mata pelajaran. Selain itu, ada pendidikan nonformal melalui kegiatan sosial kemanusiaan atau biasa disebut kegiatan lapangan di bawah naungan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).
Program-program Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui OPSHID pasti memiliki tujuan dan manfaat yang besar, khususnya untuk Bangsa Indonesia. Selain itu, dalam praktiknya murid-murid IMQ juga menumbuh-kembangkan kesadaran spiritualnya. Setiap tugas yang diberikan harus mampu dipahami, bukan hanya dilakukan saja.
Mengenai pendidikan IMQ dapat dibaca melalui jurnal berikut: Santri Lulusan THGB Dididik Dari Berbagai Aspek Untuk Terjun ke Masyarakat Luas
PEMUDA YANG BANGUN JIWANYA
Hafid Dahilulloh (22) selaku ketua pembangunan Rumah Syukur mengungkapkan bahwa ide ini dipicu dari sebuah pertanyaan yang diajukan oleh salah satu pengurus DPP OPSHID yaitu Bpk Zainun. Kala itu, Bpk Zainun menawarkan ke murid-murid IMQ untuk membangun Rumah Syukur secara mandiri, karena sebelumnya murid-murid IMQ sudah aktif membantu proses pembangunan Rumah Syukur dari tahun ke tahun, baik di Pusat maupun di daerah.
Pada awalnya, murid-murid IMQ tidak langsung menyetujui, karena mereka memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Terlebih, membangun rumah bukanlah hal yang sederhana; banyak aspek yang harus dipertimbangkan, seperti biaya, tenaga, dan faktor lainnya. Apalagi saat itu sudah mendekati H-10 menuju prosesi peletakan batu syukur. Namun, setelah melalui musyawarah yang matang dan mendapat dorongan semangat dari OPSHID Pusat dan daerah, para murid IMQ akhirnya mencapai kesepakatan. Mereka yakin bahwa dengan gotong royong dan semangat kebersamaan, membangun 1 unit rumah bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan.”Mungkin sebagian dari kami murid-murid IMQ belum memiliki penghasilan tetap, tetapi kami totalitas dalam pelaksanaan dan pembiayaan”, ungkap Hafid.
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang