ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Relawan Muda: Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pelaku Program Rumah Syukur!
03 Oktober 2024 17:00
Hafid menjelaskan bahwa rencana awal pembangunan rumah ini sebenarnya mengikuti standar dari OPSHID Pusat yaitu 5x7 m2. Namun, setelah melakukan survei dan mengetahui bahwa penghuni rumah tersebut cukup banyak, murid-murid IMQ memutuskan untuk membangun rumah berukuran 7x10 m2, demi kenyamanan seluruh penghuni.
"Tadinya kami berencana membangun rumah sesuai standar OPSHID umumnya, namun setelah melakukan survei, kami menyadari bahwa ukuran tersebut akan terasa sempit bagi keluarga yang akan menempati. Oleh karena itu, setelah berdiskusi, kami sepakat untuk memperluas bangunan menjadi 7x10 m2 demi kenyamanan mereka’, jelasnya.

Pembongkaran dilakukan pada hari Kamis (12/09/24), yang disambut antusias oleh calon penerima rumah. Barulah keesokan harinya dilaksanakan prosesi peletakan batu syukur. Tepat 10 hari waktu yang berlalu sejak pertama kali mereka menyanggupi untuk membangun rumpa sampai peletakan Batu Syukur terlaksana, pastilah sebagai pemula tidak mungkin bisa tepat waktu selain Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa.
Selama proses pembangunan, tampak perubahan positif dari murid-murid IMQ yang biasanya jarang terlibat dalam kegiatan fisik, namun kini bersemangat untuk ikut serta membantu. Rupanya, pembangunan ini tidak hanya membawa manfaat bagi penerima rumah saja, akan tetapi juga menambah erat tali persaudaraan antar IMQ, serta membawa berkah bagi masyarakat sekitar.
Menurut keterangan beberapa relawan, banyak warga setempat yang datang untuk turut membantu, menandakan bahwa program ini berhasil menyulut semangat kebersamaan dan budaya gotong royong Bangs Indonesia.

Sampai saat ini, proses pembangunan terus berjalan dengan lancar, di mana murid-murid IMQ didampingi relawan profesional dari DPC OPSHID Pelandaan. Tak kalah semangat, relawan IMQ Putri pun siap sedia menyiapkan kebutuhan konsumsi para relawan pembangunan dan calon penerima rumah.
Hafid menambahkan bahwa kemungkinan akan ada beberapa tantangan di masa mendatang, mengingat ini adalah pengalaman pertama bagi murid-murid IMQ dalam mengelola hampir seluruh aspek pembangunan, mulai dari konstruksi rumah hingga persiapan-persiapan kecil yang terkait. Namun, mereka tetap menyatakan optimisme, "Kami yakin bisa menghadapi semua ini karena kami bekerja bersama-sama dan selalu mendapat bimbingan dari OPSHID Pusat dan daerah," ujarnya.
Di penghujung pertemuan, Hafid menyampaikan harapannya dengan penuh semangat, "Harapan kami, khususnya untuk murid-murid IMQ, termasuk saya pribadi, adalah agar tidak pernah ragu dalam mewujudkan program Rumah Syukur. Karena ini adalah amanah dari Sang Maha Guru. InsyaAlloh, dengan kekuatan Yadhullohi 'Alal Jamaa'ah—bahwa tangan Allah bersama para jama'ah— kita pasti bisa. Jika memungkinkan, mari kita usahakan untuk membangun setiap tahun, bahkan lebih banyak lagi, jika diberi kesempatan. Jangan pernah meragukan rencana Tuhan, karena takdir-Nya bergantung pada prasangka hamba-Nya." (OPSHID MEDIA)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang