ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Relawan Muda: Jangan Hanya Jadi Penonton, Jadilah Pelaku Program Rumah Syukur!
03 Oktober 2024 17:00
Mereka pun menyadari, kapan lagi akan berani memulai jika tidak hari ini? Bagi mereka, ikut mempersembahkan satu unit Rumah Syukur merupakan langkah yang sangat tepat. Mengapa? Di antaranya karena bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda. Sebagai generasi muda, murid-murid IMQ pun ingin mewujudkan dawuh Sang Mursyid yaitu "Mudamu perjuangkan, sebelum datangnya tuamu" melalui Rumah Syukur ini.
Setelah musyarawah itu menghasilkan mufakat bahwa akan membangun satu unit rumah, sontak mendapat respon positif dari Ibu Nyai Shofwatul Ummah, beliau mendukung dan memberikan suntikan semangat kepada para murid untuk mewujudkan niat mulia ini.
Biasanya sebagai relawan pembangunan saja tanpa memikirkan pendanaan, di sinilah mereka mulai mempelajari banyak hal mulai dari; anggaran dana material, konsumsi relawan, serta kebutuhan calon penerima Rumah Syukur.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, mulailah dibuka kesempatan bagi murid-murid IMQ yang ingin berpartisipasi menyumbangkan material seperti semen, pasir, genteng atau bahan mentah masakan seperti sayur mayur, lauk pauk dan kebutuhan lainnya. Mereka juga mulai mengumpulkan iuran dari masing-masing anggota IMQ, wali murid, OPSHID Pusat maupun daerah serta warga Shiddiqiyyah yang ingin ikut membantu.
“Untuk pembiayaan ada dari murid-murid IMQ, walimurid, OPSHID Pusat dan daerah serta warga Shiddiqiyyah yang kami kenal” jelas Hafid.
Gerak cepat mereka lakukan, mengingat 10 hari lagi peletakan batu syukur. Langkah berikutnya, menentukan penerima Rumah Syukur.

Selasa, 10 September 2024, dilakukan survei untuk menentukan penerima Rumah Syukur. Setelah melalui pertimbangan matang dan mendapat saran dari DPC OPSHID Plandaan, terpilihlah Bapak Suari atau biasa disapa pak Ri yang berdomisili di Puri - Plandaan. Beliau seorang pengabdi di Shiddiqiyyah selama 12 tahun. Meski penghasilannya tidak seberapa, beliau tetap semangat menjalankan tugasnya.
Istri Pak Ri tengah sakit dan harus menjalani kontrol rutin tiap bulan. Di dalam rumah sederhana pak Ri, terdapat 6 anggota keluarga yang tinggal bersama, membuat bantuan ini sangat berarti bagi kesejahteraan keluarga mereka.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya