ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kyai Achmad Syuhada’ dan Penguatan Cinta Tanah Air di Jawa (BAGIAN 2)
24 September 2023 09:00
Adanya siasat pecah-belah itu juga merupakan cara jitu untuk melancarkan visi misi kolonial yang memiliki semboyan : Gold, Glory, Gospel, yang artinya Emas, Kejayaan, Penyiaran agama Nasrani Katholik yang telah dibawa sejak awal kedatangan pada 1512 M. Khusunya dalam visi misi Gospel yang tertuang dalam buku Nederland en de Islam dengan jelas menyebutkan :
La solution de la question islamique dépend de l'adhision des indigènes à notre civilisation. A mon avis, elle est la tout entière car sa solution dépend entierement de l'association des Mussulmans, sujets de la Hollande, avec les Hol- landais eux-mêmes. Si cette associations'accomplit, il n'y aura plus pour nous de question islamique.
(Pemetjahan masalah Islam tergantung dari pada kukuhnja hubungan antara bumi putra dan peradaban Barat. Satu-satunja pemetjahan jang tepat dari masalah Islam ini terletak dalam assosiasi (penjatuan) rakjat Muslimin di-djadjahan Belanda kepada bangsa Belanda. Bila ini berhasil maka habislah masalah Islam).
Dari sini dapat kita pahami bahwa penguatan persoalan Cinta Tanah Air menjadi hal fundamental untuk mengusir penjajahan di tanah air tercinta ini. Tanpa keikutsertaan para ulama’ dalam Perang Jawa menjadi hal mustahil kiranya untuk dapat mencapai kemenangan. Dimana Perang Jawa ini tercatat sebagai perang yang mampu menguras kekayaan perusaan dagang Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Dari kegigihan peran ulama’ untuk terus menyebarkan ajaran agama yang termanifestasikan dalam bentuk Cinta Tanah Air membuat perjuangan bangsa Indonesia untuk melawan penjajahan tak pernah padam. Terhitung perlawanan terhadap koloniasme telah dilakukan Bangsa Indonesia selama 434 tahun.
Hingga kini, kehebatan strategi-strategi dalam Perang Jawa masih saja menjadi perbincangan hangat di kalangan sejarawan maupun ilmuwan. Secara turun -temurun jiwa patriotisme kesatria Perang Jawa tetap ada sampai sekarang.
------
(OPSHID Media)
Tulisan ini adalah bagian dua dari dua seri Jurnal Edisi Spesial Kyai Achmad Syuhada'.
Sumber:
- Rangkuman tutur cerita Kyai Moch. Muchtar Mu’thi dan Maulana Moch. Subchi Azal Tsani.
- Kenang-Kenangan 100 Tahun Wafatnya Pahlawan Diponegoro (1955) oleh Kementerian Penerengan.
- Penaklukan Dunia Islam (1968) oleh O. Hashem
- Jejaring Ulama Diponegoro oleh Zainul Milal Bizawie.
- Kuasa Ramalan oleh Peter Carey.
- Raden Saleh : Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme oleh Peter Carey.
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang