ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Uwi Sebagai Sasaran Utama OPSHID Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
16 Juli 2025 15:00
Akhir-akhir ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya menggaungkan program ketahanan pangan. Bahkan Presiden Prabowo sendiri menjadikan ketahanan pangan sebagai program utamanya.
Orang nomor satu RI tersebut bercita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang swasembada pangan. Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menginginkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Menurut presiden Prabowo, ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting untuk kedaulatan Bangsa.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal swasembada, ini soal kedaulatan bangsa. Petani harus kita bantu agar lebih produktif dan lebih sejahtera,” tegas presiden Prabowo dalam pernyataan yang dikutip dari sumber internal Istana, Rabu (19/6/2025).
Bahkan, pada saat acara di KTT BRICS 2025, presiden Prabowo secara terang-terangan menyampaikan beberapa programnya ketika menjabat sebagai Presiden Indonesia. Salah satunya yakni program ketahanan pangan.
"Menurut saya tugas pemerintah yang pertama melindungi rakyatnya. Dan untuk melindungi rakyatnya berarti melindungi rakyatnya dari kelaparan dan dari kemiskinan dan dari penderitaan lingkungan yang menantang. Oleh karena itu, ketika saya mengambil alih pemerintahan Indonesia, prioritas utama saya adalah pertama untuk mencapai swasembada pangan."
"Nomor dua swasembada energi, nomor tiga untuk meningkatkan tingkat pendidikan orang Indonesia untuk bersaing di era menantang abad ke-21 dan ke empat untuk mempercepat industrialisasi Indonesia”, terang Presiden Prabowo.
Rupanya, hal ini sejalan dengan program OPSHID (Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah) yang juga mempunyai misi dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. OPSHID telah mempersiapkan ketahanan pangan sebelum program pemerintah ini dicanangkan.
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future