ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiUwi Sebagai Sasaran Utama OPSHID Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
· 5 menit baca
Akhir-akhir ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya menggaungkan program ketahanan pangan. Bahkan Presiden Prabowo sendiri menjadikan ketahanan pangan sebagai program utamanya.
Orang nomor satu RI tersebut bercita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang swasembada pangan. Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menginginkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Menurut presiden Prabowo, ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting untuk kedaulatan Bangsa.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal swasembada, ini soal kedaulatan bangsa. Petani harus kita bantu agar lebih produktif dan lebih sejahtera,” tegas presiden Prabowo dalam pernyataan yang dikutip dari sumber internal Istana, Rabu (19/6/2025).
Bahkan, pada saat acara di KTT BRICS 2025, presiden Prabowo secara terang-terangan menyampaikan beberapa programnya ketika menjabat sebagai Presiden Indonesia. Salah satunya yakni program ketahanan pangan.
"Menurut saya tugas pemerintah yang pertama melindungi rakyatnya. Dan untuk melindungi rakyatnya berarti melindungi rakyatnya dari kelaparan dan dari kemiskinan dan dari penderitaan lingkungan yang menantang. Oleh karena itu, ketika saya mengambil alih pemerintahan Indonesia, prioritas utama saya adalah pertama untuk mencapai swasembada pangan."
"Nomor dua swasembada energi, nomor tiga untuk meningkatkan tingkat pendidikan orang Indonesia untuk bersaing di era menantang abad ke-21 dan ke empat untuk mempercepat industrialisasi Indonesia”, terang Presiden Prabowo.
Rupanya, hal ini sejalan dengan program OPSHID (Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah) yang juga mempunyai misi dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. OPSHID telah mempersiapkan ketahanan pangan sebelum program pemerintah ini dicanangkan.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis