ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Uwi Sebagai Sasaran Utama OPSHID Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
16 Juli 2025 15:00
MENGENAL UWI JADI BAHAN PANGAN HINGGA OBAT-OBATAN
Uwi adalah tanaman pangan umbi-umbian nomor empat dunia setelah kentang, ubi kayu, dan ubi jalar. Uwi merupakan salah satu bahan pangan tertua di dunia, termasuk di Indonesia.
Dahulu, uwi merupakan bahan pangan pokok Nusantara sebelum beras mengambil alih peran dominan seperti sekarang ini. Uwi dikonsumsi melalui perebusan, pengukusan, pembakaran dan penggorengan. Namun seiring berjalannya waktu, pada zaman modern ini uwi bisa diolah menjadi berbagai macam jenis makanan seperti mie, bihun, kue kering dan tepung yang dapat mensubtitusi tepung-tepung pati lainnya dalam pengolahan aneka macam produk kuliner.
Selain sebagai bahan makanan, uwi juga bisa dijadikan sebagai bahan obat untuk pencahar, melawan cacing, perawatan demam, gonorea, lepra, tumor, dan hemoroid.
Belakangan ini hasil-hasil penelitian ilmiah juga menemukan potensi uwi dijadikan untuk pengendalian diabetes, penyakit-penyakit kardiovaskuler, kanker, dan juga meningkatkan jumlah koloni bakteri berguna dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam usus, serta dapat menghambat proses oksidasi oleh lipopolisakarida. Selain itu, getah uwi dapat digunakan sebagai pestisida ramah lingkungan.
Dikutip dari jurnal website resmi Jogja Benih Satu tinjauan literatur karya Ratri Tri Hapsari dari Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi, Malang menyimpulkan bahwa uwi merupakan tanaman lokal yang prospektif untuk dapat dijadikan sebagai sumber pangan fungsional.
Alasannya berdasarkan pada beberapa keistimewaan kandungan nutrisi yang ada dalam umbi uwi. Kandungan protein lebih tinggi dibanding ubi-ubian tropis lainnya, kandungan karbohidrat cukup tinggi tetapi kadar gula rendah. Selanjutnya, kandungan serat makanan tinggi, kandungan gluten rendah, dan kandungan berbagai mineral yang tinggi.
Namun sayangnya, di Indonesia tanaman uwi hampir langka ditemukan, hanya beberapa daerah saja di Indonesia yang masih membudidayakan uwi, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Para petani Indonesia biasanya menanam uwi hanya dijadikan sebagai tanaman sampingan dan tidak dibudidayakan secara khusus menjadi ladang uwi. Dalam proses pengolahannya pun, di Indoneesi masih sangat terbatas.
Padahal di negara-negara tetangga, uwi sudah dikelola menjadi berbagai macam makanan, seperti Pilipina: uwi sangat populer sebagai bahan pembuatan selai, cake, es krim, dan kue-kue tradisional. Di Afrika: uwi sudah meningkat menjadi tanaman industri penepungan untuk berbagai makanan olahan.
Uwi tidak hanya kaya akan nutrisi dan rendah gula, tetapi juga memiliki keunggulan dalam daya tahan, metode penyimpanan, dan efensiasi budidaya, karena Uwi dapat bertahan di dalam tanah hingga dua tahun tanpa busuk, tidak memerlukan pupuk sistesis, serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dalam kondisi darurat, ini adalah aset strategis pangan yang bisa disimpan secara alami di dalam tanah.
Dengan adanya program ketahanan pangan OPSHID tersebut, hal itu bisa membantu mensukseskan program pemerintah, karena semakin banyak masyarakat yang peduli dan berusaha membudidayakan bahan makanan maka swasembada pangan tidak lagi hanya menjadi wacana belaka, dan jika hal itu benar terjadi, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. (OPSHID MEDIA)
________
Bersumber dari :
• Website OPSHIDMedia.net - Ketahanan Pangan, Inisiatif OPSHID Mewujudkan Kedaulatan Bangsa di Tengah Ancaman Krisis Global -https://www.opshidmedia.net/jurnal/314/ketahanan-pangan-inisiatif-opshid-mewujudkan-kedaulatan-bangsa-di-tengah-ancaman-krisis-global
• Website Media PATRIOT.CO.ID - Presiden Prabowo Perkuat Program Ketahanan Pangan dan Subsidi Petani di Tengah Dinamika Global https://www.mediapatriot.co.id/2025/06/19/presiden-prabowo-perkuat-program-ketahanan-pangan-dan-subsidi-petani-di-tengah-dinamika-global/
• Website Jogjabenih.jogjaprov.go.id - Uwi, Pangan Fungsional yang Prospektif -https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/a725546d64a630c3c9636e5cadfb54b1b5b3363e110d4eba736c64a81ed18e583067
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak