ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pemerintah Tetapkan 18 Agustus Sebagai Satu Rangkaian HUT RI, Shiddiqiyyah Sudah Sejak Dulu
02 Agustus 2025 07:00

Cara Shiddiqiyyah mentasyakkuri dua tanggal tersebut bisa dilihat dari ketiga cara berikut, yaitu:
1. REDAKSIONAL PENGUCAPAN
Secara lengkap, Shiddiqiyyah selalu menggunakan susunan kalimat berikut untuk mensyukuri kemerdekaan:
"SELAMAT MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA 17 AGUSTUS, DAN BERDIRINYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 18 AGUSTUS."
Susunan kalimat ini dicantumkan dalam poster-poster, spanduk-spanduk, dan diucapkan dalam berbagai kesempatan. Sedangkan susunan kalimat seperti "KEMERDEKAAN RI", "RI 80", "DIRGAHAYU RI", dianggap kurang tepat atau kurang lengkap.
2. UPACARA PENGIBARAN BENDERA
Upacara pengibaran bendera diadakan selama 2 hari berturut-turut di Shiddiqiyyah. Yaitu pada tanggal 17 Agustus sebagai Tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan pada tanggal 18 Agustus sebagai Tasyakkuran berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga: Tak Hanya Upacara Kemerdekaan Shiddiqiyyah Adakan Upacara Berdirinya NKRI
3. DO'A BERSAMA DAN SUJUD
Dari segi spiritual, Shiddiqiyyah juga mengadakan Do'a Bersama dan Sujud Syukur selama 3 malam berturut-turut, yaitu 17, 18, dan 19 Agustus. Do'a bersama ini sebagai salah satu wujud syukur warga Shiddiqiyyah kepada Alloh dan kepada para pahlawan pejuang kemerdekaan.
“Ajaran di Shiddiqiyyah bukan hanya berupa peringatan-peringatan tapi juga mensyukuri, dan di antara salah satu wujud syukurnya ya dengan adanya do'a sujud syukur tersebut. Karena sujud syukur itu merupakan sebuah bentuk ungkapan syukur kita kepada Alloh dan kepada para pahlawan perjuangan maupun pahlawan pergerakan. Pada dasarnya Kemerdekaan itukan Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, makanya dihari terakhir sujud syukur ada do'a yang dikhususkan untuk para pahlawan", keterangan Ulil Abshor Wali Talqin Shiddiqiyyah, dalam acara do'a sujud syukur bersama.

Baca juga: Mensyukuri Kemerdekaan Secara Utuh Shiddiqiyyah Adakan Doa Sujud Syukur 3 Hari Berturut-turut
Tak hanya itu, syukur akan kemerdekaan Bangsa dan berdirinya NKRI tidak hanya diwujudkan Shiddiqiyyah dalam doa dan acara ceremonial. Tetapi juga dalam aksi yang menimbulkan manfaat yang nyata. Di antaranya seperti mengadakan santunan untuk saudara-saudara di Tanah Air Indonesia yang berhak, dan membangunkan rumah gratis untuk masyarakat Indonesia yang rumahnya belum layak huni dalam program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS).
Baca juga: Cara Unik Syukuri Kemerdekaan, Shiddiqiyyah Bagikan Ratusan Rumah Gratis!
Semoga dengan adanya penetapan pemerintah ini, semakin besar kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya mensyukuri tidak hanya 17 Agustus 1945, tapi juga 18 Agustus 1945. (OPSHID Media)
____
Bersumber dari :
1. Ajaran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi
2. Siaran Pers : Bulan Kemerdekaan Tahun 2025, Momentum Persatuan dan Sukacita Untuk Indonesia Maju
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon