ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tak Hanya Upacara Kemerdekaan, Shiddiqiyyah Adakan Upacara Berdirinya NKRI
18 Agustus 2024 10:52

JOMBANG - Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengadakan upacara pengibaran bendera Sang Merah Putih dalam rangka Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 79, pada Sabtu-Ahad, 17-18 Agustus 2024.
Upacara diadakan selama dua hari berturut turut, yakni upacara pada tanggal 17 Agustus untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan upacara pada tanggal 18 Agustus untuk mensyukuri nikmat Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persiapan upacara tersebut dimulai sejak bulan juli, yang mana seluruh petugas pelaksana berasal dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.

Adapun peserta upacara terdiri dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB) dari tingkat 5 sampai tingkat 12, murid-murid Al isti'daadu lil Maqooshidil Qur-aanil Mubiin (IMQ), Mahasiswa/i Maqooshidul Qur-aan (MQ), pengurus dan ustadz-ustadzah THGB, serta perwakilan dari organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah lainnya, pada tahun ini juga di hadiri Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ).
Ulil Abshor selaku kepala sekolah Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat Bustan Tsalits menerangkan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia ketika bulan Agustus hanya memperingati kemerdekaannya saja, “Realita yang kita lihat sekarang, setiap bulan Agustus yang diperingati hanya kemerdekaannya saja. Akan tetapi apalah arti sebuah kemerdekaan jika setelah bangsa ini merdeka disitu tidak berdiri Negara, ya mungkin kita tidak bisa seperti sekarang ini”, Terang Ulil.
Edi Setiawan selaku inspektur upacara menambahkan mengenai keterangan dari Bung Karno prihal tidak bisa dipisahkannya antara 17 Agustus Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesa, “Kemarin kita sudah mengadakan upacara pengibaran bendera Sang Merah Putih dalam rangka Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-79 pada tanggal 17 Agustus 2024, dan sekarang kita sedang mengadakan upacara pengibaran bendera Sang Merah Putih dalam rangka berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesa. Bung Karno mengatakan, dua ini tidak bisa dipisah-pisahkan”. terang Edi mengakhiri wawancara siang itu.

Upacara yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dimeriahkan dengan penampilan tambahan dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat, seperti Drumband dan Tari Medley Nusantara Indonesia. (OPSHID MEDIA)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan