ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Politik Ummat Islam : Istilah Yang Muncul Akibat Firqoh Khowarij
28 Juli 2025 17:00

KISAH MUNCULNYA FIRQOH KHOWARIJ
Setelah wafatnya Nabi Muchammad SAW, tongkat kepemimpinan berada di bawah komando Khulafa’ur Rosyidin. Sekitar tahun 23-40 H (644-661) pada masa Kholifah Utsman bin Affan dan Kholifah Ali bin Abi Tholib adalah salah satu awal munculnya perselisihan antar umat Islam karena faktor politik. Hal ini ditengarai ketika Kholifah Utsman bin Affan memimpin yang diangkat menjadi pegawai-pegawai tinggi adalah keluarganya. Dalam kepemimpinannya, beliaupun membelanjakan dan membagi harta benda negara dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh Kholifah sebelumnya, Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Ketika Utsman bin Affan menjadi Kholifah, Sayyidina Ali bin Abi Tholib menyetujui pengangkatannya sebagai Khulafa'ur Rosyidin. Namun Sayyidina Ali sekali-kali tidak menyetujui politik pemerintahan Sayyidina Utsman, lebih-lebih pada masa pemerintahannya yang terakhir.
Perselisihan antar umat Muslim ketika masa itu juga dipicu oleh seorang Yahudi yang baru masuk Islam bernama Abdulloh bin Saba’, ia menghasut penduduk di seluruh wilayah untuk benci kepada pemerintah, menimbulkan nyala kemarahan umat Islam di mana-mana pada pemerintahan Utsman bin Affan. Pada tahun 35 H, kaum pemberontak mengepung dan menyerbu rumah Sayyidina Utsman, lamanya lebih dari sebulan. Hingga di hari yang ditentukan, Sayyidina Utsman memerintahkan semua orang yang ada di dalam rumah beliau untuk kembali ke tempat masing-masing. Di saat tidak ada lagi orang selain keluarganya, para pemberontak yang tidak menyukai pemerintahan Utsman masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela, lalu membunuh Sayyidina Utsman.
Ketika Kholifah Utsman bin Affan meninggal, diangkatlah orang lain menjadi pemimpin. Akan tetapi pengangkatan tersebut tidak seperti sebelumnya karena Madinah masih dikuasai oleh pemberontak yang membunuh Sayyidina Utsman. Sedangkan sahabat-sahabat di Madinah hanya beberapa orang, di antaranya sahabat Tholhah dan sahabat Zubair. Kedua sahabat inilah yang turut membaiat Sayyidina Ali menjadi Kholifah sebab situasi yang dianggap genting. Pada masa tersebut kebanyakan penduduk Madinah lari keluar dari Ibukota.
Menurut Sayyidina Ali, wali-wali yang diangkat Kholifah Utsman tiadalah layak dan cakap mengurus hal ihwal umat Islam. Maka sekalipun kedudukannya sebagai Kholifah belum kuat dan kokoh, niatnya telah tetap untuk menggantikan sekalian mereka. Sedangkan beberapa sahabat telah memberi peringatan kepada Sayyidina Ali agar membatalkan niatnya. Namun Sayyidina Ali tak mundur setapakpun akan niatnya tersebut.
Oleh karena siasah Sayyidina Ali, retak dan pecahlah umat Islam menjadi tiga:
- Golongan yang memberontak pemerintah Kholifah Utsman dan mengikuti Sayyidina Ali.
- Golongan yang menuntut bela kematian Kholifah Utsman yaitu Bani Umayyah di Syam, diketuai oleh Mu’awiyyah bin Abi Sufyan.
- Golongan yang menuntut darah Kholifah Utsman sekaligus menentang pengangkatan Sayyidina Ali karena tidak adanya persetujuan sekalian umat Islam, yang berada di Mekkah dan dikepalai oleh Sayyidina Siti A’isyah, Zubair dan Tholhah.
Meski golongan pemberontak berada di bawah pasukan Sayyidina Ali namun Kholifah Ali bin Abi Tholib tidak merencanakan pembunuhan Kholifah Utsman. Golongan pemberontak hanya berlindung di bawah Kholifah yang menggantikan Sayyidina Utsman karena tidak cocok dengan pemerintah sebelumnya.
Kemudian Kholifah Ali bin Tholib memecat Gubenur Syam, Mu’awiyyah bin Abi Sufyan dari jabatannya, namun ternyata Mu’awiyyah tidak mempedulikannya dan tetap memegang kendali sebagai Wali negeri Syam. Maka bersiaplah Sayyidina Ali dan pasukan untuk memeranginya. Namun, datanglah kabar bahwa orang-orang Mekkah yang tidak terima telah datang untuk memerangi Sayyidina Ali dan telah menduduki Bashrah dengan jumlah tentara yang besar.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon