Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Komunis: Hantu Masa Lalu, Masihkah Menjadi Ancaman?

05 Februari 2025 17:00

Komunis: Hantu Masa Lalu, Masihkah Menjadi Ancaman?

Komunisme adalah sebuah ideologi dan gerakan yang bersifat internasional. Ideologi ini lahir dari dasar historismaterialisme yang secara diametral bertentangan dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan falsafah negara kita.

Komunisme banyak di negara-negara lain, akan tetapi di sini kami akan membahas faham komunisme yang disebarkan di Indonesia. Bukan komunis di China, bukan komunis di Uni Soviet. Meskipun sebenarnya semua ideologi komunisme itu sama.

Dalam buku yang berjudul “Bahaya Laten Komunisme Di Indonesia jilid 1 yang ditulis oleh Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI cetakan tahun 1991” tertulis “setiap penganut komunisme adalah pembawa misi yang permanen, yaitu membentuk negara komunis dan masyarakat komunis. Misi ini dijabarkan dalam berbagai bentuk aksi, baik yang bersifat terbuka maupun yang bersifat tertutup, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing tempat, daerah, atau negara yang disebutkan sebagai tahap perjuangan. Karena organisasi komunis bersifat internasional, maka gerakannya pun bersifat internasional, serta dikendalikan secara internasional pula”.

Berdasarkan perintah pimpinan tertinggi komunis, paham komunis masuk ke Indonesia dengan membawa misi terselubung. Mereka berdalih bahwa tujuan utama komunisme adalah untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas sosial. Dengan dalih tersebut mereka mampu menarik banyak hati para kaum-kaum menengah ke bawah, seperti kaum buruh yang merasa tertindas. Dan tanpa diketahui, sedikit demi sedikit mereka mulai meluncurkan misinya, dimulai dari mengadakan revolusinya kaum borjuis dengan cara melakukan revolusi-revolusi lokal.

Rakyat di beberapa daerah dihasut bahkan diintimidasi agar ikut melaksanakan revolusi komunis, yang mana pada hakikatnya mereka merongrong kewibawaan dan kedaulatan negara Indonesia. Perebutan-perebutan kekuasaan lokal dimaksudkan sebagai daerah yang dibebaskan untuk mengepung wilayah Indonesia. Dengan begitu, jelaslah bahwa masuknya faham komunisme di Indonesia adalah untuk memecah belah Indonesia. Memecah belah persatuan rakyat Indonesia, memecah belah wilayah Indonesia dan berusaha menghilangkan agama masyarakat Indonesia yang pada masa itu sudah mayoritas muslim. dan yang lebih parah lagi, mereka berusaha mengubah ideologi bangsa Indonesia dari ideologi Pancasila menjadi ideologi komunisme.

                                                                                                                                                                                     

ADA APA DI BALIK MASUKNYA FAHAM KOMUNISME DI INDONESIA?

Sebelum komunisme masuk ke Indonesia, faham itu sudah berkembang di beberapa negara. Bersamaan dengan itu, kolonial berusaha membentuk satu kelompok dengan tujuan untuk memata-matai kaum muslim. Salah satu kelompok tersebut masuk di Indonesia yang diwakili oleh Belanda, Inggris dan Portugis. Kelompok ini tidak berdiri sendiri, mereka bukan hanya berasal dari negara-negara tersebut namun juga dari beberapa golongan. Kolonial ini muncul dari perseorangan yang kemudian membuat kelompok dengan dasar falsafah materialis, dari adanya kepentingan bersama ini kemudian melahirkan konsentrasi kapital atau pemusatan kapital. 

Pada tahun 1595 atau 1596 rombongan kapal Belanda datang ke Jawa mendarat di Banten untuk mencari dagangan, bahan rempah serta mencari hasil bumi lainnya. Lembaga dagang tersebut dinamakan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mereka juga berusaha mengajak kerajaan besar maupun kecil di wilayah jawa untuk ikut bergabung dalam Dutch East India Company dengan menawarkan surat perjanjian, dengan maksud meminta izin untuk berdagang di wilayah tersebut. Namun hal itu ternyata merupakan sebuah trik saja karena setiap utusan datang selalu dengan membawa senjata dan sejumlah pasukan.

Dengan iming-iming agar para raja di wilayah Jawa mau bergabung, para utusan yang datang juga membawa beberapa perhiasan, seperti emas, intan, permata dan semacamnya. Usaha tersebut tentu saja untuk menarik simpati Raja, Adipati, Patih maupun priyayi hingga apa yang mereka usulkan mendapat sambutan baik oleh kalangan kerajaan. Di sisi lain, mereka mempunyai niat lain yang terselubung.   

Kedatangan tersebut ditandai juga dengan membawa semboyan tiga G: Gold, Glory, and Gospel.

Gold: artinya Emas, maksudnya ingin mengeruk kekayaan Indonesia untuk kemakmuran negaranya.

Glory: artinya Kejayaan, yaitu ingin menjajah menguasai bangsa dan tanah air Indonesia

Gospel : artinya Penyiaran agama, yaitu untuk menyiarkan agama Kristen Prostestan maupun Katolik di Indonesia.

Jadi tujuan kedatangan Belanda ke Indonesia sudah jelas yakni untuk menjajah bangsa Indonesia dan menguasai wilayah Indonesia, untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia demi kemakmuran negaranya serta ingin menyiarkan agama Kristen.
Penyiaran agama Protestan maupun Katolik ini bertujuan untuk melunturkan agama masyarakat Indonesia agar sesuai dengan kemauan mereka dengan cara menyusupkan isi pemikiran-pemikiran mereka dan dimasukkan dalam ajaran agama yang dibawanya. 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.