ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Komunis: Hantu Masa Lalu, Masihkah Menjadi Ancaman?
05 Februari 2025 17:00

Namun pada saat penjajahan berlangsung, penyebaran agama Kristen ini mempunyai kendala. Belanda merasa bahwa Indonesia lebih sulit dari dugaanya untuk ditaklukkan karena dasar spiritualnya sangat tinggi. Maka Belandapun mulai mencari tahu apa yang membuat beberapa wilayah Indonesia sulit untuk ditaklukkan. Setelah diteliti, kaum Belanda mulai menyadari bahwa kebanyakan daerah yang sulit ditaklukkan adalah wilayah yang rata-rata penduduknya mayoritas orang muslim.
Oleh sebab itu Belanda kemudian berusaha untuk melenyapkan kaum muslim, karena orang-orang muslim dianggap sebagai ancaman bahaya besar terhadap perkembangan kolonial Belanda. Dalam buku yang ditulis oleh O. Hashem (1968). Menaklukan Dunia Islam, 22/23 Mirbt melukiskannja dalam bab ,, Kerdjasama antara Missi dan pemerintah Kolonial" (Das Zusammenarbeien von Mission und Kolonial-regierung):
"Es liegt unzweifelhaft in dem Wesen des Islam als ecclesia militans eine politische Gefahr. Sie ist nicht bedeutend, wenn die herrschende Macht stark genug ist und die Augen offen hält. Es wird unablässig gearbeitet, es werden Waffenher beigschafft, es werden Hetzreden gehalten".
"Tak dapat diragukan keadaan Islam sebagai agama militan adalah suatu bahaja politik. Ini tidaklah berarti bila kekuasaan kita tjukup dan mata kita tetap terbuka. Hal ini haruslah dikerdjakan terus menerus, mentjegah mereka djangan sampai mempunjai sendjata dan mentjegah pidato jang bersifat agitasi".
Tapi karena umat muslim sangat kuat dan tidak bisa dilenyapkan, kemudian Belanda mulai mencari ide yang lain yakni dengan cara melunturkan faham-faham Islam dan memasukkan faham komunisme. Tidak hanya untuk mempengaruhi atau melunturkan faham ajaran Islam saja, tetapi juga semua faham keagamaan yang ada di Indonesia. Harapannya hanya satu, yakni masyarakat Indonesia jauh dari agama dan Bangsa Indonesia akan lebih sulit untuk meraih kemerdekaaan.
Lalu, kapankah faham komunisme mulai dimasukkan ke Indonesia? Dan seberapa membahayakan faham komunisme itu?
AWAL MULA KOMUNISME MASUK KE INDONESIA
Ide-ide komunis merambah ke Indonesia pada awal abad ke-20. Tokoh kunci dalam penyebaran ideologi ini adalah Hendricus Josephus Franciscus Maria Sneevliet atau yang biasa dikenal dengan Henk Sneevliet, seorang aktivis sosialis Belanda. Sneevliet yang datang ke Indonesia pada tahun 1913 ini dimulai dengaan bekerja di Surabaya sebagai staf redaksi warta perdagangan Soerabajasche Handelsblad milik Sindikat perusahaan-perusahaan gula Jawa Timur.
Tidak lama di Surabaya, Sneevliet kemudian pindah ke Semarang. Kota Semarang pada saat itu menjadi pusat Organisasi buruh kereta api Vereenigde Van Spoor en Tramweg Personnel/VSTP (Serikat Personil Kereta Api dan Trem), yang telah berdiri sejak tahun 1908. Dan pada tahun 1914 VSTP memerlukan propagandis untuk menyebarluaskan paham yang dianut oleh organisasi buruh itu. Hal itu menjadi jalan sekaligus peluang besar bagi Henk Sneevliet untuk menjalankan misinya sebagai orientalis.
Lewat jalan inilah Sneevliet bisa berkenalan dengan massa buruh, dan sedikit demi sedikit mulai melancarkan misinya dengan menggunakan istilah pertentangan Klas. Di mana mereka mulai membuat perselisihan antara kaum buruh dan borjuis. Perpacahan di kalangan rakyat ini tentu sangat dimanfaatkan dengan baik oleh Sneevliet, hingga lambat laun semakin banyak kaum buruh yang tertarik pada ideologi yang dibawanya.
Melalui narasi yang disebarkan kepada masyarakat bahwa faham komunis itu bertujuan membangun masyarakat tanpa kelas (classless society). Suatu masyarakat yang tidak lagi terbagi dalam dua stratifikasi: yang memerintah dan yang diperintah. Sehingga semua masyarakat menjadi sama rata - sama rasa, tanpa agama maupun tanpa pemerintahan.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon