ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sebuah Panggilan Untuk Beriman: Surat Ruhulloh Khomeini Kepada Mikhail Gorbachev (Terjemahan Bahasa Indonesia)
01 Januari 2025 07:00

Pada tanggal 1 Januari 1989, Sayyid Ruhulloh Al Musawi Khomeini, Pemimpin Agung Iran, Bapak Penemu Republik Islam Iran dan juga pemimpin Revolusi Islam, mengirim surat yang ditujukan pada pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev.
Dalam surat yang dikirimkan 3 tahun sebelum keruntuhan Soviet itu, Ruhulloh Khomeini menyampaikan banyak hal, termasuk salah satunya adalah beliau sudah memperkirakan bahwa Uni Soviet dan komunisme akan hancur. Latar belakang dari dikirimnya surat ini dapat dibaca selengkapnya pada jurnal tentang pecahnya Uni Soviet yang dirilis 26 Desember 2024 lalu: Pecahnya Uni Soviet Dan Kenapa Itu Jadi Tanda Kebangkitan Tashawuf
Di sini OPSHID Media merasa perlu agar para pembaca OPSHID Media memahami dan menelaah keseluruhan isi surat tersebut, yang mana kefasihan Ruhulloh Khomeini dalam menjelaskan tentang bahaya pandangan komunis dan materialis, serta menggambarkan dunia spiritual ilahiah, dapat meningkatkan pemahaman kita semua akan manisnya iman kepada Alloh dan juga situasi politik dunia pada saat itu. Selain itu juga mengajarkan kepada kita cara berda'wah Islamiyyah yang bijaksana dan penuh hikmah.
Berikut adalah isi suratnya:
Bismillahirrochmanirrochim
Yang Mulia Tuan Gorbachev, Pemimpin Presidium Republik Sosialis Uni Soviet.
Semoga Yang Mulia Gorbachev dan semua rakyat Uni Soviet berbahagia, makmur dan sejahtera.
Semenjak masa pemerintahan anda, telah muncul kesan bahwa anda Yang Mulia, dalam menganalisa peristiwa-peristiwa politik dunia ini, terutama yang berkaitan dengan Uni Soviet, mendapati era baru peninjauan ulang, perubahan, dan konfrontasi; dan keberanian serta inisiasi anda untuk mengatasi realita di dunia ini sepertinya akan membawa perubahan-perubahan yang bisa menyebabkan ketimpangan kekuasaan dan dominasi dunia. Maka dari itu, saya merasa perlu untuk menyampaikan hal-hal berikut, agar menjadi perhatian anda.
Meskipun pendekatan baru dan keputusan anda hanya digunakan dengan tujuan mengatasi krisis dalam partai anda, serta untuk memecahkan beberapa permasalahan dalam menghadapi rakyat anda, keberanian anda dalam meninjau kembali cara berpikir yang telah terpatri dalam revolusi pemuda dunia yang berlangsung selama puluhan tahun dibalik tirai besi, memang patut diacungi jempol. Bagaimanapun, jika anda mempertimbangkan untuk mengambil selangkah lebih jauh, hal pertama yang pasti membawa kesuksesan, adalah anda mengevaluasi kembali peraturan para leluhur anda dalam meniadakan Tuhan dan agama dari masyarakat. Peraturan yang, tidak diragukan lagi, telah melayangkan pukulan paling telak pada rakyat Soviet. Yakinlah bahwa ini adalah satu-satunya cara di mana masalah-masalah dunia bisa dihadapi secara realistis.
Melihat islam sebagai suatu tahap pra-sosialis, Marxis melakukan dua upaya berikut dalam mengkonfrontasinya: untuk menghapus Islam dan menjadikannya suatu hal asing di kehidupan masyarakat dengan terang-terangan menantangnya, atau meleburkan Islam ke dalam budaya Rusia dengan ‘me-Rusia-kan Islam’. Stalin, pemimpin komunis paling termasyhur, menyiksa para Muslim dalam jumlah besar dengan mengasingkan kelompok-kelompok Muslim ke Siberia dan juga beberapa negara kecil di Asia. Publikasi anti-agama Rusia dalam jumlah yang menakjubkan, terdistribusi ke dalam negara-negara Islam, adalah bagian dari upaya umum pemerintah Soviet untuk melawan Islam. Pendudukan Afghanistan adalah usaha terakhir Uni Soviet untuk menembus dunia Islam.
Tentu mungkin saja akibat dari kebijakan ekonomi yang salah dari otoritas komunis yang sebelumnya, dunia barat yang layaknya ilusi surga akan terlihat sangat mempesona; namun kebenaran terletak di tempat lain. Jika pada titik ini anda berharap untuk memutus keterikatan ekonomi sosialisme dan komunisme yang berbelit seperti simpul Gordian dengan memikat pusat peradaban kapitalisme Barat, anda akan semakin jauh dari memperbaiki kesalahan kelompok anda dan justru membuat kesalahan di mana generasi mendatang harus menghapusnya. Karena jika Marxisme menemui jalan buntu dalam peraturan sosial dan ekonomik, kapitalisme pun juga terhambat, baik dalam hal ini maupun dalam hal lain meskipun berbeda bentuknya.
Tuan Gorbachev,
Mari kita hadapi kenyataan. Masalah utama dalam negara anda bukanlah kepemilikan pribadi, kebebasan maupun ekonomi; masalah anda adalah ketiadaannya iman kepada Tuhan. Masalah inilah yang telah, atau akan menyeret dunia barat pada vulgarisme dan jalan buntu. Masalah utama anda adalah perang yang sia-sia dan tiada ujung melawan Tuhan, sumber dari segala hal di alam semesta.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon