ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiSebuah Panggilan Untuk Beriman: Surat Ruhulloh Khomeini Kepada Mikhail Gorbachev (Terjemahan Bahasa Indonesia)
· 10 menit baca · Diperbarui
Tuan Gorbachev,
Sudah jelas bahwa mulai sekarang komunisme hanya akan ditemukan oleh generasi mendatang di museum atau buku sejarah dunia. Karena Marxisme tidak bisa memenuhi kebutuhan manusia yang sebenarnya. Marxisme adalah ideologi materialistik, dan materialisme tidak bisa mengatasi krisis umat manusia yang sejatinya disebabkan oleh kurangnya iman dalam hal spiritualitas—itulah kemalangan umat manusia baik di timur maupun barat.
Tuan Gorbachev,
Secara teori, anda mungkin tidak mengkhianati beberapa aspek Marxisme—dan selalu menyatakan loyalitas anda pada Marxisme dalam wawancara-wawancara publik—tapi anda tahu betul pada prakteknya tidak seperti itu. Pemimpin China telah melayangkan pukulan pertama pada komunisme dan anda yang kedua, dan sepertinya, juga yang terakhir. Hari ini, kita sudah tidak memiliki hal-hal semacam komunisme di dunia ini.
Bagaimanapun juga, saya secara tulus memberitahu anda supaya tidak terjebak dalam penjara peradaban barat dan Setan yang terkutuk, ketika anda berusaha merubuhkan tembok ilusi Marxis. Saya harap anda akan mendapat kehormatan dalam melepas lapisan-lapisan busuk 70 tahun kesesatan komunis dari muka sejarah dunia dan negara anda. Hari ini, para sekutu anda benar-benar khawatir pada tanah air mereka sendiri dan orang-orang tersebut sudah tidak bersedia untuk mengorbankan sumber daya alam—baik bawah tanah maupun yang di permukaan—untuk memberi makan mitos kesuksesan komunisme—sebuah ideologi yang gemuruh keruntuhannya telah mencapai telinga anak-cucu mereka.
Tuan Gorbachev,
Ketika setelah 70 tahun seruan “Alloh Maha Besar” dan kesaksian terhadap kerosulan Nabi terakhir, Muhammad S.A.W, terdengar kembali dari menara-menara masjid di sebagian area Republik anda, semua Muslim sejati yang dibawa Muhammad akan menitikkan air mata dalam suka cita.
Karena itu, saya merasa perlu untuk mengingatkan anda agar mengintrospeksi sekali lagi tentang pandangan dunia materialistik dan juga teistik (seorang yang mempunyai iman kepada Tuhan atau mu’min—red). Materialis menganggap panca indera sebagai satu-satunya kriteria dalam pengetahuan, bahwa apapun yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera maka tidak masuk dalam dunia pengetahuan. Suatu ‘keberadaan’ diidentifikasi melalui materi, dan yang tidak memiliki materi fisik tidak diakui keberadaannya. Maka mereka menganggap dunia tak terlihat—seperti Tuhan yang Maha Kuasa, wahyu ilahi, kenabian, dan kebangkitan—hanya fiksi belaka.
Di sisi lain, seorang mu’min menganggap bahwa dunia pengetahuan adalah yang bisa ditangkap oleh panca indera dan yang memiliki tanda-tanda keberadaannya, dengan kata lain, apapun yang bisa difahami melalui penjelasan dan ada tanda-tandanya masuk dalam dunia pengetahuan, meskipun tidak tampak oleh panca indera. Bagi seorang mu’min, keberadaan itu inklusif baik yang terlihat maupun tidak terlihat, tak harus berwujud fisik. Sama seperti materi bergantung pada hal yang tak terlihat, persepsi sensorik pun bergantung pada persepsi rasional.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis