Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Dari 3 Sumpah Nasional Ini, Dampaknya Meluas Ke Seluruh Tanah Air

28 Oktober 2024 07:00

Dari 3 Sumpah Nasional Ini, Dampaknya Meluas Ke Seluruh Tanah Air

SUMPAH UNTUK KEJAYAAN TANAH AIR

Dalam sejarah Indonesia, Sumpah Amukti Palapa yang diikrarkan Patih Gajah Mada serta Sumpah Pemuda yang dilakukan pemuda-pemudi Indonesia dapat mewujudkan suatu persatuan. Dari Sumpah Palapa, bersatulah kepuluan-kepulauan Nusantara. Dan dari Sumpah Pemuda, mampu menggerakkan embrio perlawanan hingga terwujudnya Proklamasi Kemerdekaan.

Sumpah Amukti Palapa terjadi pada tahun 1258 Saka (1336 M). Sumpah ini diucapkan pada upacara pengangkatan Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit. Di hadapan para Mahapatih, Tumenggung serta Rangga yang berada di tengah-tengah paseban, Patih Gajah Mada mengucapkan:

"Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palap."

Artinya: "Jika sudah mengalahkan Nusantara, saya baru akan melepaskan puasa. Apabila mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya baru akan melepaskan puasa."   

Menurut M. Yamin dalam bukunya yang berjudul Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara, yang dimaksud Sumpah Palapa adalah: "pantang bagi Gajah Mada untuk bersenang-senang dan memikirkan diri sendiri, dan akan berpuasa selama cita-cita negara belum tercapai". Selain itu pada bagian VIII buku tersebut juga disebutkan: Sumpah Nusantara itu jelas maksudnya, serta yakin hendak mempersatukan segala daerah tumpah darah kita di bawah lindungan negara. Sumpah dan janji hanyalah dapat dilakukan dengan hati yang tetap dan keberanian yang tebal.

Sumpah Palapa muncul karena kekhawatiran akan adanya peperangan yang tak berujung dan semakin mengarah ke benua timur. Konflik peperangan yang kemudian hari memunculkan kelompok-kelompok kolonialisme. Sistem kolonialisme yang berusaha ditekan penyebarannya agar tak sampai ke wilayah Nusantara. Usaha Patih Amangkubhumi Majapahit untuk melindungi segenap bangsa dan tanah air Nusantara dari bahaya kolonialisme.

Begitu pula Sumpah pemuda yang telah menimbulkan dorongan agar segera lepas dari belenggu penjajahan dengan proklamasi kemerdekaan bangsa 17 tahun setelahnya. Kongres Pemuda II digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

Kerapatan pemuda Indonesia diadakan oleh perkumpulan pemuda Indonesia yang berdasarkan kebangsaan dengan nama; Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar2 Indonesia. Kongres Pemuda II diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda, yaitu gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Gedung Kenari, Kramat Raya No. 106).

Panitia Kongres Pemuda terdiri dari Ketua: Sugondo Djojopuspito (PPPI), Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java), Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond), Bendahara: Amir Sjarifudin (Jong Bataks Bond). Pada rapat ke tiga, hari minggu tanggal 28 Oktober 1945, muncullah keputusan bersama yaitu:

PERTAMA

Kami Putera Dan Puteri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia.

KEDUA

Kami Putera Dan Puteri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia.

KETIGA

Kami Putera Dan Puteri Indonesia, Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

Setelah mendengar putusan ini, rapat mengeluarkan keyakinan azas ini wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia. Mengeluarkan keyakinan persatuan Indonesia diperkuat dengan memperhatikan dasar persatuannya: Kemauan, Sejarah, Bahasa, Hukum Adat, Pendidikan Dan Kepanduan.

Baik Sumpah Palapa maupun Sumpah Pemuda, keduanya berisikan ikrar untuk mengikat tanah air dalam satu kesatuan. Ini karena pada saat zaman Sumpah Palapa, kerajaan-kerajaan di tanah air masih berdiri sendiri dan belum menjadi satu dalam naungan Mojopahit/Nusantara. Dan pada saat Sumpah Pemuda, Indonesia masih belum menjadi satu kesatuan NKRI karena masih berada dalam jajahan Belanda.

Merujuk keterangan pada buku Gajah Mada Pahlawan Persatuan Nusantara oleh M. Yamin, yang pada Kongres Pemuda juga menjabat sebagai sekretaris, Kongres Pemuda I dan II ini dilaksanakan karena kesuksesan Sumpah Palapa yang dapat menyatukan beberapa kepulauan Austronesia di bawah panji Negara Majapahit yang disebut sebagai Nusantara. Bukan tak mungkin, Sumpah Amukti Palapa yang diikrarkan oleh Patih Gajah Mada, telah menginspirasi terjadinya peristiwa Sumpah Pemuda.

Penulis: Kholidah

Editor: Sa’adatush S.