ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hai Pak Prabowo, Jadilah Pemimpin Yang Membangun Indonesia, Bukan Membangun di Indonesia!
24 Oktober 2024 07:00

Kurang lebih 5 bulan sebelum proklamasi kemerdekaan bangsa pada 17 agustus 1945, Ir. Soekarno mencari ulama' tashawuf yang mempunyai tingkatan mukhasyafah/inkisyaf, yaitu terbuka mata hatinya dan dapat mengetahui masa depan. 4 ulama tersebut ialah:
- Syekh Musa atau KH Achmad Basyari dari Sukanegara.
- KH Abdul Mu’thi dari Madiun.
- Raden Mas Pandji Sosrokartono dari Jepara.
- Hadrotuys Syekh KH Hasyim Asy’ari dari Jombang.
Kesimpulan dari pertemuan Bung Karno dengan 4 ulama tashawuf tersebut adalah: “Tidak lama akan ada berkat rochmat Alloh besar turun di Indonesia, di bulan Romadhon, tanggal 9 Syahru Romadhon 1364 H, hari Jum’at Legi. Bila meleset harus menunggu 300 tahun lagi bagi Indonesia untuk merdeka.”
5 bulan kemudian di tanggal 9 Syahru Romadhon 1364H yang bertepatan dengan 17 agustus 1945, dwi tunggal Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, atas saran dari keempat ulama’ tersebut. Itulah salah satu peristiwa baik dan penuh mukjizat yang bisa terjadi atas berkat rochmat Alloh dan berkat persatuan antara ulama' dan umaro’.
SABAR DULU, SETELAH PAK JOKOWI…
Pada Chaul Muhammad Syarif Yusuf dan Sadiyem yang merupakan mertua Kyai Mukhtar, Selasa (22/10/24), Kyai Mukhtar juga sedikit menyinggung pertemuan beliau dengan Prabowo lima tahun silam dalam mauidhoh chasanahnya.
Kyai Mukthtar menitipkan catatan kepada Prabowo yang berisi 10 item. Beliau juga berpesan, “yang sabar, InsyaAlloh setelah jokowi. Alchamdulillah sekarang beliau (Prabowo—red) sudah menjadi presiden”, kata Kyai Mukhtar.
“Do’a yang khusus kepada calon presiden Jokowi waktu kesini, itulah do’a yang saya khususkan kepada bapak Prabowo, alchamdulillah Alloh mengijabahi”, sambung Kyai Mukhtar.
Persatuan dan kerjasama antara ulama’ dan umaro’ terbukti telah melahirkan harapan-harapan baru bagi bangsa indonesia. Untuk itu pernyataan presiden Prabowo menambah halaman baru ulama’ dan umaro’ bersinergi untuk menggiring bangsa Indonesia menuju bangsa yang bersyukur, bukan bangsa yang kufur.
“Hanya dengan persatuan dan kerjasama kita akan mencapai cita-cita para leluhur, bangsa yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kartoraharjo. Bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Bangsa yang di mana rakyat cukup sandang, pangan, papan. Cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik bisa tersenyum, bisa tertawa”, demikian Prabowo sampaikan dalam pidatonya.
Semoga presiden RI terbaru Prabowo Subianto bisa menjalankan amanahnya dengan baik, sesuai dengan pesan dari Murysid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. (OPSHID Media)
——————
Tulisan kolaboratif oleh: Sa’adatush Sho’idah dan Umrotul Azizah
Bersumber dari:
- Tutur cerita dan mauidhoh chasanah Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.
- Pidato Kepresidenan Prabowo Subianto setelah pelantikan Presiden RI, Minggu 20/10/24, Kompleks Parlemen.
- Jatim Antara News: Prabowo Kunjungi Pesantren Shiddiqiah Jombang
- Kompas.com: Di Pesantren Shiddiqiyah Jombang, Prabowo Dapat "Oleh-oleh" Istimewa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon