ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hai Pak Prabowo, Jadilah Pemimpin Yang Membangun Indonesia, Bukan Membangun di Indonesia!
24 Oktober 2024 07:00

Selain pesan Kyai Mukhtar kepada Prabowo, beliau juga menuturkan cerita tentang kekaguman Prabowo pada Pesantren Shiddiqiyyah. Di antaranya, sebagai Pesantren yang mengajarkan cinta tanah air dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.
Prabowo memang mengungkapkan kekagumannya akan Shiddiqiyyah saat itu pada awak media. Dikutip dari Kompas, Prabowo menyatakan, “saya lihat, pesantren ini bukan main nilai kebangsaan yang dipertahankan. Saya mantan tentara, mantan prajurit, mantan TNI, waktu dulu kita memandang bahwa sekolah-sekolah TNI yang paling nasionalis dan paling kebangsaan, ternyata Pesantren ini tidak kalah.”
ULAMA’ DAN UMARO’
Hal ini rupanya cukup sejalan dengan apa yang disampaikan Prabowo dalam pidato kepresidenan perdana usai pengambilan sumpah jabatannya. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengajak saudara sebangsa dan setanah air untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, rintangan, anacaman dan kesulitan di tengah dinamika dan pergolakan dunia yang tidak ringan. Ini termasuk para pemimpin dari segala kalangan.
“Sekarang saya mengajak saudara-saudara unsur kepemimpinan dari berbagai kalangan, dari kalangan cendekiawan, dari kalangan ulama, dari kalangan pengusaha, dari kalangan pemimpin politik, dari kalangan pemuda dan mahasiswa. Mari kita berani menghadapi tantangan-tantangan tersebut.”
Ajakan untuk bersinergi dari Prabowo yang mewakili unsur pemerintah kepada para ulama yang mewakili unsur keagamaan, merupakan titik yang cukup krusial. Dalam hadits Rosululloh SAW: “Dua golongan manusia, jika mereka baik, akan baik seluruh manusia, dan jika ia rusak, akan rusak seluruh manusia. Mereka adalah para ulama’ dan umaro’”, Hadits Riwayat Ibnu Nu’aim, dalam kitab Hidayatul Auliya.
Kata ulama' berasal dari Bahasa Arab, yang berasal dari urat kata Alim/alima yang memiliki arti orang yang berilmu atau orang yang mengetahui. Jadi, ulama adalah orang-orang yang berilmu atau orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Islam.
Sedangkan kata umaro', bukanlah istilah yang umum digunakan dalam Bahasa Indonesia. Umaro berasal dari Bahasa Arab yang merupakan bentuk jama’ dari kata Amir, yang memiliki arti pemimpin atau penguasa. Jadi, umaro' bisa diartikan sebagai pejabat pemerintah yang melaksanakan kepemimpinan.
Dengan kata lain, apabila ulama’ maupun umaro’ ini termasuk dalam golongan yang baik, serta keduanya bersatu dalam tujuan yang baik, maka seluruh rakyat-rakyatnya pun akan menjadi baik. Dalam sejarah, banyak peristiwa-peristiwa yang dapat terwujud melalui persatuan atau kolaborasi antara ulama’ dan umaro’. Salah satunya adalah peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon