Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Hai Pak Prabowo, Jadilah Pemimpin Yang Membangun Indonesia, Bukan Membangun di Indonesia!

24 Oktober 2024 07:00

Hai Pak Prabowo, Jadilah Pemimpin Yang Membangun Indonesia, Bukan Membangun di Indonesia!

Setelah dua kali gagal dalam pemilihan presiden, Prabowo Subianto akhirnya resmi mengucap sumpah jabatan sebagai Presiden RI dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI pada minggu (20/10/24) lalu. Maka telah dimulailah era baru dalam pemerintahan Republik Indonesia yang, diakui maupun tidak diakui, membawa banyak harapan-harapan rakyat akan perubahan.

 

PESAN UNTUK CALON PRESIDEN PRABOWO

5 tahun yang lalu, tepatnya pada saat pencalonan presiden periode ke 7 tahun 2019, Prabowo pernah berkunjung ke suatu Pesantren di Jombang, Jawa Timur, pada masa kampanyenya. Yaitu Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah atau Pesantren Shiddiqiyyah yang dipimpin oleh Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Prabowo diterima bertamu kepada Kyai Mukhtar, didampingi oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah, di kediaman beliau. Pada saat itu turut berkunjung Putri dari Presiden RI pertama Soekarno, yaitu Rachmawati Soekarno Putri.

IMG_5804.webp (930 KB)
Prabowo menerima cinderamata berupa gambar monumen Chubbul Wathon Minal Iman di Pesantren Shiddiqiyyah

Pada saat itu, pembahasan dari pertemuan tersebut tidak benar-benar menjadi perhatian publik, khususnya karena Prabowo harus mengakui keunggulan paslon Jokowi-Ma’ruf pada pemilihan Presiden dan Wapres RI periode 2019-2024. Pertemuan tersebut tercatat sebagai kunjungan shillaturrochmi. Dalam beberapa berita pun, Prabowo mengungkapkan bahwa kedatangannya bukan untuk meminta dukungan. Dikutip dari Jatim Antara News, beginilah pernyataan Prabowo:

"Saya patuh dan taat kepada aturan. Saya tidak boleh kampanye karena itu saya datang kesini tidak minta dukungan dari pesantren ini, para ulama saya memandang sebagai guru, para kiai guru besar", ungkap Prabowo, ditulis oleh Jatim Antara News pada berita yang dirilis 24 Februari 2019.

Namun pada 5 Oktober 2024 lalu, Kyai Mukhtar telah mengungkapkan sebagian dari pesan yang disampaikan beliau pada Prabowo pada pertemuan 24 Februari 2019 lalu. Beliau menuturkan hal ini di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat dan disaksikan oleh beberapa orang warga Shiddiqiyyah. Salah satu dari pesan beliau adalah sebagai berikut:

“Indonesia butuh pemimpin yang bisa memimpin pembangunan Indonesia, tidak membutuhkan pemimpin yang membangun di Indonesia”.

Satu kalimat pesan tersebut mengandung makna yang begitu berlapis-lapis. Dalam mauidhoh chasanah serta ajaran dari Kyai Mukhtar, pesan tersebut secara sederhana mengandung arti demikian: pembangunan Indonesia berarti membangun segala aspek di dalamnya antara lain  pendidikannya, perekonomiannya, keamanannya, sumber daya manusianya dan alamnya. Selain itu juga meningkatkan, memperbesar Indonesia sehingga yang merasakan manfaatnya adalah rakyat Indonesia. Dari yang awalnya kecil, bisa menjadi Indonesia Raya. Itulah awal dari kejayaan Indonesia.

Sedangkan membangun di Indonesia berarti: membangun bukan untuk kepentingan Indonesia, membangun untuk kepentingan dirinya maupun golongannya sendiri. Melakukan proyek untuk mengeruk, mengeksploitasi, dan menjual apa yang ada di Indonesia kepada pihak asing, tanpa ada keuntungan yang masuk untuk bumiputra. Dengan adanya tambahan ‘di’, maka itu adalah pembangunan yang dilakukan di atas bumi Indonesia tapi keuntungannya bukan untuk Indonesia, sementara rakyat Indonesia dipaksa menjadi pelayan bagi asing di negeri sendiri. Apabila ini dilakukan terus menerus, maka kehancuran Indonesia akan segera tiba.

Pesan yang begitu kompleks, dapat disederhanakan oleh Kyai Mukhtar dalam satu kalimat. Pesan ini tentu menjadi relevan kembali kini setelah Prabowo sudah resmi menjadi orang nomor 1 di Republik Indonesia.

Penulis: Redaksi

Editor: Sa’adatush S.