ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Santri: Melawan Stigma Negatif di Kalangan Masyarakat Modern
22 Oktober 2024 07:00
Hari Santri, hari bersejarah di mana para santri di bawah komando ulama’ membuat gerakan besar dalam mempertahankan kemerdekaan, saat kolonial Belanda memasuki wilayah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan.
22 Oktober, hari ketika kita sebagai bangsa Indonesia, tetap dapat menikmati kemerdekaan sembari mengenang kembali perjuangan para ulama’ dan santri.
Santri, baik dari latar belakangnya dalam sejarah maupun etimologi, memiliki khazanah yang sangat mendalam. Namun sayangnya, tak jarang kita jumpai pergeseran makna dan stigma yang melekat pada santri dan pesantren di masa kini. Paradigma sebagai orang-orang yang 'sempit' dan 'cekak' pemikirannya, melekat pada santri. Masyarakat modern juga banyak menganggap santri identik dengan orang yang kuno dan menolak perkembangan zaman.
Paradigma ini semakin meluas karena adanya golongan-golongan yang melabeli diri mereka sebagai santri, menjual agama atau memanfaatkan agama untuk tujuan dan kepentingannya sendiri. Hal ini, menyebabkan pandangan kurang sedap di kalangan masyarakat mengenai santri, kontradiktif dengan hakikat santri sesungguhnya.
ARTI KATA SANTRI
Secara umum, memang belum ada kesepakatan dari mana asal kata santri. Ada yang berpendapat dari bahasa sansekerta “Shastri” yang berarti “orang yang mempelajari kitab-kitab suci”. Ada pendapat asalnya dari bahasa jawa “cantrik” artinya “pembantu”.
Menurut faham Thoriqoh Shiddiqiyyah, santri adalah kesatuan kata “san” dari bahasa arab berarti Insan atau manusia, dan “tri” dari bahasa sansekerta yang artinya tiga. Santri adalah Insan yang menyanggupi 3 hal, yaitu:
- Sanggup bakti kepada Alloh
- Sanggup bakti kepada sesama manusia
- Sanggup bakti kepada alam.
Karena tidak sedikit pendapat mengenai asal katanya, santri secara definitif pun selalu berbeda pada setiap individu atau golongan. Banyak sekali definisi dari kata santri, antara lain:
Menurut KBBI, santri adalah orang yang mendalami agama Islam, orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh.
Sebagaimana dikutip dari artikel di redasamudra.id yang berjudul Mengenal Lebih Dekat: Definisi Santri Menurut Para Ahli, KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, memandang santri sebagai individu yang selain mendalami pengetahuan agama, juga turut aktif dalam perjuangan dan pengembangan Islam di tengah masyarakat. Santri juga diharapkan memiliki ketahanan dan kecakapan hidup yang baik.
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha