ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tiga Tahun Peristiwa 77: Doa Bersama Warga Shiddiqiyyah, Meneguhkan Era Kebangkitan Tashawwuf
08 Juli 2025 16:00

JOMBANG - Pada Senin (07/07/25), warga Thoriqoh Shiddiqiyyah telah melaksanakan Doa Bersama Tasyakkuran Kebangkitan Tashawwuf Dunia 77 di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Losari-Ploso-Jombang.
Acara ini merupakan kali ketiga yang dilaksanakan oleh warga Shiddiqiyyah, bermula dari peristiwa pada 07 Juli 2022 di Losplos Jomja Iroja. Dan peristiwa 7-7 tersebut menurut Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menjadi salah satu dari 5 tanda-tanda era kebangkitan Tashawwuf Dunia.
Adapun rangkaian Do’a Bersama meliputi do’a wirid kautsaran dan do’a khusus merah-putih. Dipimpin oleh Kholifatus Shiddiqiyyah Bapak Abdulloh Afif dan Wali Talqin Shiddiqiyyah Bapak M. Zakiul Fuad.
Tak hanya di pusat pesantren Shiddiqiyyah saja, jama'ah Shiddiqiyyah yang berhalangan hadir juga dihimbau untuk melaksanakan Do'a Bersama Kebangkitan Tashawwuf Dunia 77 di daerahnya masing-masing.

Setelah rangkaian do’a wirid selesai, dilanjut dengan sambutan dari perwakilan FOSHBOS (Forum Shillaturrochmi Bersama Organisasi Shiddiqiyyah) oleh Joko Herwanto. Joko mengajak seluruh warga Shiddiqiyyah untuk menolak lupa peristiwa 7-7 dengan merenungi kembali hikmah dari tragedi tersebut yang pernah mengguncang pesantren Shiddiqiyyah, namun justru menjadi tonggak kebangkitan Shiddiqiyyah.
"Ketika ujian itu dihadapi dengan rasa syukur dan keikhlasan, maka sesungguhnya ujian itu mengandung hikmah yang sangat besar. Betapapun kuatnya upaya pihak-pihak yang ingin menenggelamkan Shiddiqiyyah, jika Allah tidak menghendaki, maka tidak ada satu kekuatan pun di dunia ini yang mampu melakukannya. Fakta menunjukkan bahwa Shiddiqiyyah berada dalam naungan ridho Allah", terang Joko Herwanto.
Peristiwa 77 menjadi ujian besar bagi warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Bagaimana tidak, sebuah pesantren yang bernafaskan tasawuf dan mengajarkan nilai-nilai cinta tanah air, serta berperan nyata dalam kehidupan beragama dan berbangsa, justru mendapat perlakuan yang tidak berperi kemanusiaan dari pihak-pihak yang berupaya ingin menyingkirkan dan menenggelamkan Shiddiqiyyah.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon