ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tiga Tahun Peristiwa 77: Doa Bersama Warga Shiddiqiyyah, Meneguhkan Era Kebangkitan Tashawwuf
08 Juli 2025 16:00

Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi dalam mau'idhotul chasanahnya mengutip sabda Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA. Tercantum dalam kitab Ushfuriyyah Hal. 93.
Yakhruju fii aakhiris-zamaani aqwaamun— Akan muncul di akhir zaman beberapa golongan
Wujuuhuhum wujuhul-aadaamiyyiin — Wajah mereka adalah golongan wajah manusia
Wa quluubuhum quluubusy-syayaathiini— Tapi hati mereka adalah hati setan
Wa amtsaaluhum ka amtsaaliz zi'aabid-dawaari— Perumpamaan golongan mereka seperti serigala
Laysa fii quluubihim syai’un minarrochmati — Hatinya sedebu pun tidak ada baiknya
Saffaakuuna lid-dimaa’i — Mereka penghisap darah
Dari hadist tersebut, Sang Mursyid menjelaskan, "Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir. Sekarang masuk zaman akhir. Akan bermunculan (beberapa golongan) di zaman akhir, termasuk zaman ini."
Perumpamaan dari sabda Rosululloh SAW tersebut digambarkan seperti serigala yang hatinya sedikitpun tidak ada baiknya. Terlihat nyata dalam keadaan saat ini, ketika yang busuk dianggap baik, baik dianggap busuk, dholim dianggap adil, adil dianggap dholim, yang menguntungkan masyarakat dianggap merugikan masyarakat, yang suci dianggap kotor, dan yang terang dianggap gelap gulita.
Sang Mursyid menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang hanya mementingkan uang—termasuk melalui suap dan praktik korupsi negara.
Kemudian Sang Mursyid menyampaikan ayat Al Quran dalam surat Az Dzariyat ayat 20 dan 21. Ayat tersebut mengandung makna bahwa di bumi manapun terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh). Yang bisa melihat tanda-tanda tersebut ialah orang orang yang memiliki mata yakin—bukan sekadar mata lahiriah, melainkan mata keyakinan. Dipertegas dalam ayat 21, apakah kamu tidak melihat (tanda-tanda itu) dengan mata yakin?
Sang Mursyid menyampaikan bahwa Shiddiqiyyah telah mengalami dan merasakan secara langsung kelakuan manusia seperti yang digambarkan dalam hadist—seperti serigala yang tidak memiliki sedikit pun kebaikan dalam hatinya. Peristiwa dengan perlakuan seperti itulah yang kemudian disebut Peristiwa 77. Menurut beliau, Peristiwa 77 itu benar-benar sesuai dengan dawuh Rosululloh, jika dilihat dari mata yakin.
Tindakan kerusuhan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Shiddiqiyyah ini telah menodai kawasan pesantren yang suci dan sakral.
Atas kebijaksanaan Sang Maha Guru, apa yang telah menimpa Shiddiqiyyah semua dihadapi dengan syukur. "Saya hadapi semuanya dengan syukur, Lainsyakartum la'azidannakum sebagai maklumat ilahiyyah. Kalau kamu bersyukur, kamu akan ditambah nikmatnya, tambah cemerlang, tambah jaya", pitutur luhur beliau.
Di sisi lain, warga Shiddiqiyyah tak berhenti mengupayakan kemanfaatan di seluruh Indonesia. Salah satu wujud nyata adalah pembangunan Rumah Syukur bagi masyarakat yang membutuhkan, terbuka untuk siapa saja tanpa memandang agama.
"Orang Shiddiqiyyah membangun rumah seluruh indonesia sampai sekarang lebih dari 2000 rumah. Darimana biayanya? dari Yadullohi 'Alal Jama'ah", tutur Sang Mursyid.
Dalam Mau'idhotul Chasanah, Sang Mursyid juga menegaskan bahwa nantinya seluruh Indonesia akan mengenang peristiwa 77.
"Dengan mata keyakinan InsyaAlloh peristiwa 77 yang menimpa shiddiqiyyah akan diperingati lebih meriah oleh seluruh indonesia, oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah yang masih ta'at. Itu nanti serentak, seperti serentaknya bangun rumah syukur. Itu yang saya harapkan, harus diabadikan supaya abadi, karena peristiwa ini disaksikan oleh dunia."
Sang Mursyid juga mengingatkan kepada warga Shiddiqiyyah untuk senantiasa kembali kepada Alloh dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beliau berpesan agar berhati-hati terhadap jebakan setan yang dapat melalaikan manusia dari mengingat Alloh. Sebab, yang tidak akan terpisah dari diri manusia hingga akhirat adalah cinta kepada Alloh, cinta kepada Rosululloh, dan cinta kepada jihad fii sabilillah. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon