ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
OPSHID Klaten: 2 Keluarga Produsen Tempe Yang Aktif Berorganisasi
20 Oktober 2023 14:00

Tanya: Bagaimana teknis perencanaan pembangunan Rumah Syukur di Klaten ini?
Jawab: Kemarin itu sebenernya kami untuk membangun Rumah Syukur spontanitas. Kalau dari rencana awal kami itu tahun ini, kami mengadakan santunan seperti tahun-tahun yang terdahulu itu. Kalau Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda kita mengadakan santunan kemudian karena ada dawuh beliau di awal waktu pembangunan kemarin, itulah yang menjadi acuan kami.
Padahal saat itu kami tidak ada dana sama sekali. Dengan posisi yang salah satu anggota kami juga sedang membangun rumahnya, jadi ibaratnya kami itu bisa dikatakan bondo nekat. Diawali dengan modal nekat akhirnya kami adakan kesanggupan dari yang laki-laki 1 jutaan, yang perempuan 500 an. Jadi modalnya cuma 3 juta di awal. Untuk selanjutnya secara teknis kami hanya bersandar Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa. Kemudian mencoba mengajak warga Shiddiqiyyah yang ada di Klaten untuk sama-sama membangun dengan kami, mewujudkan Rumah Syukur tersebut.
Namun setelah kami mengadakan forum di FOSHBOS itu sudah ada kesepakatan. Dan setelah kurang lebih 1 minggu setelah penentuan itu, dari DPD Wonogiri meminta untuk gabung dengan kami sehingga itu juga termasuk Atas Berkat Rochmat Alloh. Karena dari 4 anggota Klaten itu sendiri juga tidak tahu menahu tentang bangunan, jadi Alchamdulillah dari DPD Wonogiri itupun ndilalah orangnya tukang-tukang semua akhirnya kita saling melengkapi dan berjalan sampai terwujudnya Rumah Syukur yang sekarang ini.
Tanya: Bagaimana cara pendekatannya kepada warga Shiddiqiyyah setempat?
Jawab: Kita pendekatannya melalui forum FOSHBOS. Nanti dari pengurus itu bekerja dengan sendirinya. Ya walaupun tidak se-excited waktu pembangunan Rumah Syukur Kebangsaan Indonesia Raya, namun tetap Alchamdulillah dari warga Shiddiqiyyah dari Kabupaten Klaten sendiri tetep nyengkuyung baik dari konsumsi maupun tenaga dan dana.
Tanya: Apa pekerjaan sehari-harinya?
Jawab: Produksi tempe. Mas Rohim juga sama produksi tempe. Jadi sebenarnya kalau pekerjaan itu ya standar aja sih bahkan kami rumah juga belum punya masih ngontrak. Tapi ya Alchamdullilah bisalah untuk sambil jalan sambil berjuang Bersama.
Tanya: Juga sambil berjualan produk -produk ST ya?
Jawab: Iya betul sekali kalau itu wajib untuk penunjang perjuangan.
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon
- 9 Syahru Romadlon 1364 Hijriyyah: Ibarat Lailatul Qodar Bagi Bangsa Indonesia