ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Samini: Tersingkir Karena Miskin
11 Oktober 2023 17:00
Mbah Samini dan Ibu Purwati sehari-harinya memperoleh penghasilan dari ngasak (mengais sisa panen) padi, untuk dimakan sendiri. Tetapi karena sakit, Mbah Samini sudah tidak lagi melakukan aktifitas tersebut dan hanya dilakukan Ibu Purwati. Sedangkan menantunya dahulunya bekerja sebagai tukang kayu, dan sekarang bekerja sebagai pandai besi. Pendapatannya dalam sehari mulai dari 50 ribu hingga 150 ribu, tidak menentu.
Di tengah peliknya hidup yang tak berkesudahan, Mbah Samini mendapat kejutan rezeki yang tak terduga. Mbah Samini dipertemukan dengan jiwa-jiwa OPSHID, dan Atas Berkat Rochmat Alloh Mbah Samini dibangunkan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah oleh OPSHID. Tetapi sebelum Mbah Samini diputuskan sebagai penerima, OPSHID Pemalang yang berencana membangun rumah Mbah Samini menemui kendala.
Tanah yang ditukar guling oleh H. Sokim itu belum bersertifikat. Sedangkan, salah satu kriteria penerima Rumah Syukur OPSHID adalah memiliki kejelasan status tanah. Hal ini yang menjadikan OPSHID Pemalang harus berusaha ekstra untuk mengusahakan kejelasan status tanah sebelum peletakan batu pertama yang dilaksanakan serentak pada 17 September 2023.
Tepat 4 hari sebelum peletakkan batu pertama, Ketua DPD OPSHID Pemalang, Wiyoto berhasil menemui H. Sokim dan mengubah status kepemilikan tanah. Niat baik OPSHID untuk membangun rumah Mbah Samini disambut dengan gembira oleh H. Sokim. Tanah yang sebelumnya tukar guling diubah menjadi akta jual beli untuk pengurusan sertifikat, dan biaya pengurusannya ditanggung oleh H. Sokim. Selain itu, H. Sokim juga menyanggupi tanah untuk pengurukan area rumah yang dibangun.
Mbah Samini sangat bersyukur dan berterimakasih, selain kini tempat tinggal yang semula sangat tidak layak ditempati kini sudah dalam proses pembangunan oleh OPSHID, tanah yang ditempati juga kini resmi milik Mbah Samini.
"Aku ya wes legowo di tukar tanahe, jadi lega sayanya, jadi tidak pindah-pindah lagi", begitu terang Mbah Samini.
Meski harus hidup dengan berbagai kesulitan setelah pindah, kondisi tanah yang kini ditempati Mbah Samini dan keluarga bisa dibilang lebih baik dari tanah sebelum pindah. Mungkin itu adalah hikmah yang diperoleh oleh Mbah Samini dan keluarga. Di tanah yang baru ini, tersedia area yang lebih memadai untuk menantu Mbah Samini melakukan pekerjaannya sebagai pandai besi, dan akses menuju sekolah cucu kembar Mbah Samini juga lebih mudah. Pengurukan tanah juga bisa mengurangi resiko terjadi bencana terhempas air hujan seperti sebelumnya. Dan tentunya di tanahnya yang baru ini didirikan sebuah Rumah syukur yang dibangun oleh jiwa-jiwa OPSHID untuk tempat tinggal yang lebih nyaman bagi Mbah Samini dan keluarga. (OPSHID Media)
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang