ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Karnianto: Ayah Bunuh Diri, Ibu Dianggap Gila, Istri Kehilangan Anak Dalam Kandungan
30 September 2023 17:30

NGAWI - Tampaknya, banyaknya cobaan bukan menjadi alasan untuk berhenti menjalani hidup bagi Pak Karnianto. Meski hidup setelahnya harus dipenuhi dengan stigma publik. Pak Karnianto, salah satu penerima Rumah Syukur Layak Huni (RSLH) OPSHID dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke - 95 asal Kabupaten Ngawi.
Beliau kerap disapa Pak Karni, seorang kepala keluarga berusia 38 tahun yang bekerja sebagai pencari ikan, cacing bayam, dan kroto (telur semut merah-red). Meski dengan penghasilan tak menentu, dengan kisaran 20-30 ribu per hari, beliau tetap berusaha menghidupi keluarga. "Intinya saya mencari uang, menafkahi sehari-hari yang layak dijalankan, yang sekiranya saya mampu", terang Pak Karni.
Sejak umur 8 tahun, Pak Karni tidak bisa bermain layaknya anak-anak sebayanya. Ia dikucilkan teman-temannya lantaran sang Ayah meninggal karena bunuh diri. Menurut cerita dari Pak Karni, meski tidak diceritakan secara lengkap, penyebabnya adalah karena tekanan dari keluarga.
Selepas kepergian ayahnya, Pak Karni harus memutuskan untuk keluar dari Sekolah Dasar untuk fokus membantu ekonomi keluarga. Selain itu, Ibu pak Karni yang tengah mengandung anak ketiganya, menjadi linglung. Ia sering didapati menghabiskan waktu di makam, bahkan sampai tertidur disana. Disamping itu ia juga sering tidur dimana-mana selain di rumah. Bisa kita asumsikan, Ibu pak Karni mengalami depresi. Yang mana, menyebabkan timbulnya cemoohan masyarakat yang menganggap Ibunya 'gila'.
"Ya misalnya pas saya lagi bonceng Ibu saya naik motor, ada orang yang meneriaki, 'wong gendeng kok digonceng' (orang gila kok dibonceng). Lha itu kan Ibu saya sendiri", tutur Pak Karni.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan