ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Karnianto: Ayah Bunuh Diri, Ibu Dianggap Gila, Istri Kehilangan Anak Dalam Kandungan
30 September 2023 17:30

Selama ini, Pak Karni dan Ibu Tri menempati rumah tinggalan orang tua Pak Karni yang kurang layak huni. Bahkan fasilitas sanitasi saja, masih belum tersedia. "Kalau buang air besar harus di sungai atau menumpang di rumah tetangga", terang Ibu Tri. Selain itu, lokasi rumah yang di dekat sungai menyebabkan setiap sungai meluap rumah mereka pasti kebanjiran.
Rumah yang berlokasi di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi ini pernah mendapat bantuan program bedah rumah. Setelah berjalan beberapa saat, pemilik rumah terpaksa harus bertanggung jawab perihal pendanaan tukang bangunan. Karena tak sanggup membayar, alhasil pembangunan rumah tidak sampai tuntas.
Pada suatu waktu, Pak Karni mendapat suatu isyarah. Ya, memang Pak Karni bisa dibilang memiliki kemampuan spiritual yang sama dengan Ibunya. Tepatnya 2 tahun lalu, Pak Karni bermimpi bertemu dengan Shiddiq, Ketua DPD OPSHID Ngawi. Kemudian melihat rumah yang terang, bersih, dan terdapat batu berwarna putih, kemudian bersalaman dengan Shiddiq.
Selain itu, Pak Karni juga mendapat isyarah melalui bisikan. "2023 ini seperti rumah bangunan besar tapi tidak ada penghuninya. Maksudnya, saya disuruh menempati", terang Pak Karni.
Kemudian pada 13 September 2023, tim OPSHID Ngawi mendatangi rumah keluarga Pak Karni. Beliau kaget sebab merasa kejadian ini seperti terulang kembali (de javu). Awalnya tim OPSHID Ngawi hanya datang untuk mengambil gambar rumahnya. Baru keesokan harinya, Pak Karni dihubungi oleh Shiddiq.
"Saya dikabari Shiddiq, katanya besok rumah saya mau dibongkar", Pak Karni terkekeh mengingatnya. Ternyata rumahnya dibongkar untuk dibangun kembali sebagai Rumah Syukur. Subchaanalloh Alchamdulillah Astaghfirulloh, isyarah yang selama 2 tahun ini hanya menjadi sebuah keyakinan yang belum kunjung terwujud, akhirnya terjawab.
Beliau sangat bersyukur kepada Alloh atas kejadian ini. ”Alchamdulillah selama iki kulo bersyukur karo Alloh, bersyukur kaleh seng rela jiwa raga ne mbantu kulo. Kulo terkadang kanti ajenge mbrebes, mboten saget mberebes, kelingan iki dibongkar. Opo iki hikmah saking panjenegan Ya Alloh?” (Alchamdulillah, selama ini saya bersyukur kepada Alloh, bersyukur kepada yang rela jiwa dan raganya membantu saya. Saya terkadang sampai ingin menangis, tapi tidak bisa menangis, teringat rumah ini dibongkar. Apakah ini hikmah dari engkau Ya Alloh?).
Rumah Syukur yang diterima Pak Karni ini mengandung harapan untuk bisa memperbaiki citra beliau di mata masyarakat. Selain itu, bisa membukakan jalan baginya untuk merasakan kenyamanan hidup. Semoga kenyamanan hidup yang akan dialami oleh Pak Karni dan Ibu Tri setelah ini bisa dilengkapi dengan hadirnya buah hati dalam keluarga kecil mereka. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan