Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis

19 Juli 2026 07:00

Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis

"Kami sebenarnya menemukan beberapa kandidat calon penerima, tapi banyak yang kurang memenuhi syarat secara legalitas, seperti status tanah Magersari atau lahan pinggir sungai yang rawan penggusuran. Dari semua kandidat yang ada ternyata Pak Martono yang  memenuhi kriteria, dan yang terpenting, beliau benar-benar sangat membutuhkan," ungkap sekretaris DHIBRA Yogyakarta.

Menariknya, Martono bukanlah warga Shiddiqiyyah. Ia adalah masyarakat umum yang terpilih murni karena faktor kebutuhan mendesak. Hal ini mencerminkan bahwa aksi sosial yang dilakukan oleh Organisasi DHIBRA bersama warga Shiddiqiyyah tersebut tidak memandang golongan, siapa saja yang membutuhkan berhak mendapat rumah syukur dari DHIBRA. Kegiatan tersebut tentu mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. 

Meski lokasi pembangunan rumah syukur di Yogyakarta cukup jauh dari kebanyakan rumah orang-orang DHIBRA dan warga Shiddiqiyyah, namun  semangat gotong royong pembangunan rumah syukur tidak pernah padam. Warga Kampung Kranonpun menyambut dengan hangat serta memberikan dukungan penuh, bahkan memberikan toleransi waktu jika memang pengerjaan harus dilakukan lembur hingga larut malam.

Karena keterbatasan lahan yang tidak memenuhi standar luasan ideal yang ditentukan oleh pengurus DHIBRA, tim teknis mengambil langkah progresif, yakni Rumah Syukur Martono direncanakan akan dibangun dua lantai guna mengakomodasi fasilitas wajib agar sesuai standar organisasi DHIBRA, yakni ruang tamu, dapur, dan kamar mandi yang layak.

Martono bersama keluarga tak henti-hentinya mengucap syukur, mendapat rumah tanpa mengeluarkan uang sepeserpun adalah keajaiban yang tidak pernah ada dalam bayangan sebelumnya.

bd948195-5ba8-4c42-8782-7a94dea66f4d.webp (258 KB)
Dokumentasi proses pembangunan rumah Martono

“Alchamdulillah bahagia sekali, saya belum bisa bangun rumah sendiri tapi sekarang saya dapat rumah dari Shiddiqiyyah, saya benar-benar sangat bersyukur,” ungkap Martono ketika melihat proses pembangunan rumahnya. 

“Pokoknya kedepannya akan saya gunakan dengan baik, akan saya rawat dan jaga bersama keluarga untuk ibadah,” tambahnya.

Kini rumah Martono dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung sebelum tanggal 17 Agustus mendatang. Semoga dengan mendapat Rumah Syukur layak Huni kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah ini, Martono bisa menjalani hidup dengan nyaman dan tentram bersama keluarganya. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.