ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Margono : Dari Tukang Sampah, Kini Dapat Rumah Mewah
· 5 menit baca · Diperbarui
Berita pembangunan Rumah Syukur dari OPSHID itu ternyata didengar oleh masyarakat sekitar. Mereka merespon sangat baik dan bahkan mendukung adanya program OPSHID, pasalnya Margono juga dikenal sebagai sosok baik oleh warga sekitar karena kemurahan hatinya untuk saling membantu sesama.
“Ketika tetangga-tetangganya tau kami membangun rumah Pak Margono, ternyata banyak yang senang, banyak yang setuju kalau Pak Margono yang dapat Rumah Syukur dari OPSHID karena ternyata pak Margono itu orang yang terkenal baik hati di desanya. Begitu pun RT setempat juga ikut mendukung. Terbukti saat pembongkaran para tetangga ikut membantu OPSHID”. Terang Yulianto, penanggung jawab pembangunan Rumah Syukur Purbalingga.
Dengan adanya program Rumah Syukur di Purbalingga ini, membuat shilaturochmi antara OPSHID dan masyarakat setempat menjadi lebih erat. Masyarakat sangat antusias membantu OPSHID selama proses pembangunan rumah Margono. OPSHID yang mendapat respon baik dari masyarakat juga merasa kagum dengan kekompakan dan keharmonisan desa itu.
“Saya termasuk salut dengan masyarakat disini karena disini termasuk lingkungan kota tapi masyarakatnya masih guyup rukun, itu luar biasa. Dari pembongkaran, pondasi, banyak yang membantu, kalau pas libur kerja juga ikut membantu OPSHID. Bahkan anak-anak muda, orang tua semua banyak yang senang membantu karena memang rumah pak Margono itu dulunya yang biasa untuk tempat cangkruk atau ngumpulah istilahnya", pungkas Yulianto.
Kini rumah Margono dalam proses pembangunan oleh OPSHID dengan target sebelum tanggal 28 Oktober telah selesai dan siap untuk dihuni. Program ini merupakan salah satu program OPSHID dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Berdirinya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Rumah yang dibangun 100% gratis bagi penerima, dibangun sampai selesai, bahkan di dalamnya juga dilengkapi perabotan rumah. Seperti sofa, spring bed, lemari baju, peralatan dapur lengkap, TV, dan perabotan rumah lainnya.
Semoga Rumah Syukur Layak Huni Fatchan Mubiina ini menjadi lembaran baru sekaligus semangat baru bagi Margono beserta keluarganya.
“Matur suwun sanget OPSHID sampun mbangunaken rumah kulo, Matur suwun dumateng Bapak Kyai Mukhtar Mu’thi, matur nuwun dumateng Bapak Muhammad Subchi Azal ketua pusat OPSHID matur suwun sedoyo sampun didamelaken grio matur suwun. Mugi Bapak kyai dan Bapak Subchi lan OPSHID sedoyo panjang umur lan sehat selalu” tutur Margono dengan penuh rasa syukur. (OPSHID Media)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari