ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kesi: Wonder Woman Bagi Ketujuh Anaknya
26 Juli 2024 07:00

Magetan – Setiap orang mempunyai cobaan hidupnya masing-masing, ekonomi yang seret dan penyakit yang diderita adalah salah satu bentuk cobaanya. Seperti Ibu Kesi (75 tahun) seorang janda tua yang menderita penyakit stroke sehingga tidak bisa beraktifitas, beliau hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.
Suami Bu Kesi sudah lama meninggal dunia, dengan meninggalkan ketujuh anaknya yang masih kecil-kecil, bahkan saat itu anak terakhirnya masih berusia dua tahun. Ketujuh anaknya tersebut bernama Sunyamin, Sutikno, Suyati, Suroto, Sukini, Suratmi dan Sutrisno.
Setelah kepergian suami, tentu saja Bu Kesi Merasa berat menjalani hidup seorang diri yang harus mengasuh dan mencari nafkah untuk ketujuh anaknya. Sehingga Bu Kesi memutuskan untuk menjalin rumah tangga kembali.
Namun hal itu tidak berjalan lama, lantaran suami Bu Kesi yang kedua juga meninggal dunia. Bu Kesi kembali hidup menjanda.
"Saat bapak meninggal ya tentu ekonomi semakin sulit mbak, soalnya ibu seorang diri. Anak-anaknya kan juga masih kecil-kecil, saya waktu itu masih umur dua tahun, makanya ibu sempet nikah lagi. Tapi nggak berjalan lama soalnya suami yang kedua juga meninggal dunia. Saya belum ingat wajahnya dan namanya juga lupa" ungkap Sutrisno anak terakhir Bu Kesi.
Setelah kepergian suaminya yang kedua, Bu Kesi memutuskan untuk tidak menikah lagi. Beliau hanya fokus mengurus ketujuh anaknya. Bersama mereka, Bu Kesi tinggal di rumah yang tidak layak huni.
Menghidupi ketujuh anaknya seorang diri tentu tidak mudah, namun Bu Kesi tetap menjalani hidup dengan sabar dan syukur. Sehari-harinya, Bu Kesi mencari nafkah dengan menjadi buruh tani. Pemasukannya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga belum bisa digunakan untuk merenovasi rumahnya yang semakin hari semakin memprihatinkan. "Boro-boro merenovasi rumah, untuk sekolah anak-anaknya saja tidak mampu, mbak" ucap Sutrisno.
"Kakak saya itu banyak yang tidak sekolah sama sekali, kalau saya Alchamdullilah sekolah SD sampai lulus karena dibantu kakak saya biayanya" tambahnya.
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa