ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kesi: Wonder Woman Bagi Ketujuh Anaknya
26 Juli 2024 07:00

Meski keluarga Bu Kesi sangat pas-pasan dan banyak yang tidak merasakan pendidikan formal di sekolahan, namun Bu Kesi selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk terbiasa hidup mandiri dan rukun. Begitulah anak-anak Bu Kesi, mereka saling membantu satu sama lain. Yang tua membantu ibunya bekerja mencari nafkah dengan menjadi buruh tani, meski usianya baru menginjak usia remaja. Namun untuk bertahan hidup, Bu Kesi selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mandiri, bekerja keras, dan tidak bergantung kepada orang lain.
Sutrisno juga bercerita bagaimana sosok Bu Kesi di matanya. "Ibu saya itu sosok yang luar biasa bagi anak-anaknya, terutama bagi saya. Ibu mampu membesarkan anak-anaknya sampai sekarang sudah berumah tangga semua kecuali saya. Padahal ekonomi ibu saya itu dulu susah banget" tutur Sutrisno dengan nada yang terbata-bata.
Lambat laun anak-anak Bu Kesi semakin tumbuh besar, satu persatu dari mereka menikah dan menjalani hidup bersama keluarganya masing-masing. Kini Bu Kesi hanya tinggal berdua bersama anak bungsunya Sutrisno (25), satu-satunya anak Bu Kesi yang belum berkeluarga. Kini kondisi Bu Kesi sudah tidak bisa beraktifas lagi, kebutuhan hidup Bu Kesi hanya bisa mengandalkan Sutrisno yang bekerja sebagai buruh tani.
Kian hari, rumah Bu Kesi makin tidak layak huni. Hal itu membuat warga Shiddiqiyyah Magetan tergerak hatinya untuk membangunkan rumah Bu Kesi. Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, hal tersebut disetujui oleh DHIBRA Pusat. Tidak lama kemudian warga Shiddiqiyyah Magetan bergotong royong membangunkan Rumah Bu Kesi.
Bu Kesi sekeluarga merasakan kegembiraan yang tiada terkira. Ucapan syukur dan terimakasih tak henti-hentinya disampaikan oleh Sutrisno, “Alchamdulillah terima kasih banyak semuanya, semoga rumah ini bisa menjadi berkah bagi kami sekeluarga, saya benar-benar berterimakasih kepada semua yang sudah membangunkan rumah kami”, ucap Sutrisno.
Dengan dibangunkannya Rumah Syukur ini, semangat Bu Kesi untuk sembuh dari penyakitnya telah tumbuh kembali. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme beliau menyambut warga Shiddiqiyyah yang membangunkan rumah.
Harapan senada juga disampaikan oleh Sutrisno. “Semoga dengan dibangunkan rumah ini ibu saya bisa sembuh lagi dan bisa beraktifitas seperti dahulu lagi” tambahnya. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon