ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sugiem: Korban PHP Bedah Rumah
09 November 2024 17:00

Sebenarnya Sugiem bersama Harianto mempunyai cita-cita membangun rumah. Dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli bahan-bahan bangunan, mereka berharap suatu hari nanti bisa membangun rumah yang layak untuk ditempati.
“Udah sempet ngumpulin bahan-bahan untuk bangun rumah, sedikit demi sedikit, tapi sekarang bahan-bahannya dibuang nggak kepake soalnya udah jelek-jelek akhirnya nggak kepake. Beli kayu juga sampai kropos kayunya belum bisa terlaksana membangun rumah”. Ungkap Sugiem dengan suara parau.
Di tengah peliknya kehidupan Sugiem, ternyata Tuhan telah menyiapkan rencana yang indah untuknya. Lewat perantara Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME), Sugiem mendapat bantuan rumah layak huni gratis, Sugiem tak harus membayar sepeserpun. Impian mempunyai tempat tinggal yang nyaman kini tidak lagi menjadi khayalan.
Program ini bernama Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah, program rutin OPSHID yang diadakan dalam rangka mensyukuri Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiap 28 Oktober. Di Tasyakkuran Sumpah Pemuda ke - 96 ini, OPSHID membangun 83 unit rumah gratis untuk rakyat Indonesia yang masih menempati RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di seluruh Indonesia, salah satunya Sugiem di Jakarta Selatan ini.
“Waktu pertama kali kedatangan OPSHID itu saya merasa seneng banget, udah banyak yang mau bangunkan rumah tapi nggak jadi terus. Tapi waktu OPSHID yang datang perasaan saya beda dari sebelum-sebelumnya. Kalau ini saya kira bener kami semua yakin, makanya kita mau menerima, kayaknya mantap gitu kemarin", terang Sugiem.
Selain rumah, OPSHID Jakarta Selatan yang membangunkan rumah syukur Sugiem juga membangunkan kios untuk tempat berjualan sayuran di samping rumahnya. Kini selain rumah Sugiem yang sudah bisa ditempati dengan nyaman dan tak lagi bocor, lapak berjualan sayuran pun sudah menanti sayuran-sayuran yang siap untuk dijajakan. Tentu dengan harapan, setelah ini pintu rejeki akan semakin terbuka lebar untuk membantu ekonomi keluarga Sugiem.
Ucapan syukur tak henti-henti diucapkan Sugiem dan anaknya. “Terimakasih OPSHID sudah membangunkan rumah saya, saya nggak bisa balas apa-apa, perjuangan OPSHID membangun rumah saya sampai siang malam lembur. Tapi saya nggak bisa bales, biar Tuhan saja yang membalas semua kebaikan OPSHID” tutur Sugiem dengan menangis haru karena kebahagiaan.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan