ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumarning: Tak Masalah Hidup Susah, Yang Penting Anak-anak Bisa Sekolah
· 3 menit baca
LUMAJANG-Sebagai orang tua pasti menginginkan anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan dan berkehidupan yang layak, serta memiliki masa depan yang sukses. Begitu pula dengan Ibu Sumarning dan suami, yang rela bekerja keras demi anak-anaknya bisa melanjutkan sekolah, di tengah gempuran hidupnya yang serba kekurangan.
Ibu Sumarning (47) dan suaminya bapak Usman (49) tinggal di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di rumah yang terbilang kurang layak huni ini dihuni oleh 6 orang.
Ibu Sumarning memiliki 5 anak, putra pertamanya bernama Ilham (26) mengalami retardasi mental atau oleh kebanyak orang disebut keterbelakangan mental, kondisi ini dialami oleh Ilham akibat kecelakan motor ketika masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK). Sedangkan putri keduanya sudah menikah dan tinggal terpisah, lalu ketiga anaknya yang lain masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah.
Keseharian Ibu Sumarning dan suami ialah bekerja sebagai pedagang tahu keliling dan pencari rongsokan,“Hasil jualan tahu 1 timbo (ember) kalau nggak hancur tahunya, satu hari dapat uang 15 ribu, kalau sepi kadang habis separo (setengah) dapat uangnya 7500 rupiah, Kalau tahunya hancur ya nggak dapat uang sama sekali”, kata Ibu Sumarning. Sedangkan penghasilan dari mencari rongsokan, sebulan mendapat 75 ribu sampai 100 ribu saja, tentu saja hal ini tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan, utamanya untuk ketiga anak beliau yang masih mengenyam pendidikan.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari