ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumarning: Tak Masalah Hidup Susah, Yang Penting Anak-anak Bisa Sekolah
25 Oktober 2023 14:57

Terjepitnya kondisi ekonomi yang makin sulit, membuat Pak Usman memutuskan untuk mencari pekerjaan lain, kesana-kemari bahkan antar kota beliau lalui agar mendapat pekerjaan yang layak, setidaknya dengan penghasilan yang cukup bisa untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan harian, setelah pencarian yang tidak mudah, akhirnya Pak Usman mendapat pekerjaan baru sebagai kuli bangunan di Malang, dan untuk pekerjaan lamanya sebagai pencari rongsokan dilanjutkan oleh putra pertama beliau, Ilham.
Melihat perjuangan kedua orang tuanya yang begitu keras, ada titik dimana anak-anak Ibu Sumarning berniat untuk berhenti sekolah. Namun niat itu dipatahkan oleh sang ibu, Ibu Sumarning bersikeras agar anak-anaknya tetap melanjutkan sekolah, apapun yang terjadi, tidak masalah jika harus bekerja mati-matian dan tetap tinggal di rumah yang tidak layak, asal anaknya tetep melanjutkan sekolah sampai lulus, agar kelak kehidupan mereka di masa depan bisa lebih baik, tidak seperti kedua orang tuanya, begitu harapan Ibu Sumarning dan suami.
Dengan kondisi yang sulit, Ibu Sumarning harus tetap bekerja sambil merawat empat anaknya, dengan tekad kuat menjalankan tugas sebagai istri dan ibu, menjadi tonggak penyemangat bagi suami dan anak-anaknya. Sampai pada suatu hari, kehadiran jiwa-jiwa OPSHID menjadi penyejuk untuk keluarga Ibu Sumarning.
“Saat ada OPSHID datang ke rumah, saya kira dari Bank, saya sudah takut, karena hari ini belum bisa bayar hutang, bisanya besok, nunggu kiriman dari suami,” jelas Ibu Sumarning.
Saking sulitnya hidup, anggota OPSHID yang datang ke rumah beliau disangka sebagai penagih hutang, namun setelah dijelaskan, barulah Ibu Sumarning sadar bahwa yang datang ini bukan penagih hutang, melainkan pembawa kabar baik yang tidak pernah sekalipun terbayangkan oleh Ibu Sumarning sekeluarga. Kabar bahwa rumah tempatnya tinggal bersama suami dan anak-anaknya akan dibangun secara gratis oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Lumajang.
Tidak ada hentinya Ibu Sumarning mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada OPSHID. “Alchamdullillah dapat rumah, saya sangat bersyukur sekali. Sekarang saya tinggal mikir anak-anak sekolah, saya dulu sempat punya cita-cita untuk bangun rumah tapi biayanya banyak, Alchamdullilah sekarang dapat rumah dari OPSHID Shiddiqiyyah. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada OPSHID mudah-mudahan sehat selalu, panjang umur, banyak rezeki dan programnya lestari",
"Meskipun ucapan terima kasih saja menurut saya tidak ada artinya, soalnya terlalu berat, kerjanya terlalu besar, jasanya membangunkan rumah saya dari pagi sampai malam. Semoga diampuni dosa-dosanya dan hidupnya berkah, panjang umur, banyak rezekinya, terus lanjutkan program ini. Saya ndak bisa mengucapkan kata-kata lain lagi selain terima kasih banyak” ungkap Ibu Sumarning yang berulang kali mengucap terima kasih dan melafalkan berbagai doa untuk OPSHID.
Kini impian Ibu Sumarning perlahan mulai terwujud, anak-anaknya yang sempat ingin berhenti sekolah, sekarang sudah ada yang mau masuk kuliah. Keinginan yang terpendam dalam hati untuk membangun rumah, sekarang terwujud melalui program Rumah Syukur dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID). Tentu saja seluruh nikmat besar ini tidak lepas dari Berkat Rochmat Alloh Ta'ala.
Semoga Rumah Syukur ini menjadi sarana bagi Ibu Sumarning dan keluarga agar dapat hidup lebih bahagia, sehat dan tentrem, sampai akhir hayat. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon