Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Suparni: Penyakit Menggerogoti Tubuhku, Terobati Dengan Berkah Rumah Syukur

01 Oktober 2024 07:00

Suparni: Penyakit Menggerogoti Tubuhku, Terobati Dengan Berkah Rumah Syukur

Penyakit mengambil keberdayaan, bertahun-tahun lamanya, hanya tersisa ketergantungan dan harapan. Tempat tinggal pun hampir roboh, hingga datang pertolongan-Nya.

SALATIGA – Ditemani 2 dari 8 anaknya, Amelia Cahya Puspita (17) dan Marcel Agustina (14), yaitu anak ke-7 dan ke-8. Bertahan dengan keadaan yang memilukan, satu kakinya diamputasi, kaki lainnya sudah tak lengkap jari. Beliau bernama Suparni (63), sosok ibu yang tabah hatinya. 

Suparni telah menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak-anaknya seorang diri tanpa pemasukan pasti sejak 2013, tepatnya setelah suami beliau meninggalkan dunia. Saat itu, almarhum suaminya menderita kanker kaki sampai tutup usianya.

Suatu hari di tahun 2021, Suparni mengalami kecelakaan ketika hendak ke kamar mandi, hal ini memang tak lepas dari keadaan rumahnya yang sudah tidak layak huni. Kejadian berlangsung begitu cepat, ketika menaiki tangga, Suparni jatuh tersandung hingga kakinya terluka. Pertolongan pertama kala itu sudah dilakukan dengan melaburi tanaman herbal yaitu daun binahong.

Niat hati berharap sembuh, rupanya tidak sesederhana itu. Sakit yang dikira luka biasa itu justru tak kunjung mengering. Lukanya semakin memburuk, dengan munculnya memar di tempat luka. Tanpa diketahui bahwa luka itu berkaitan dengan penyakit diabetes yang dialami Suparni. 

Amelia bercerita, “Awalnya merah aja dikasih daun binahong langsung memar, gak lama kemudian itu seperti gelembung, kaya ada cairan di dalam. Terus merah kehitaman, dibawa ke rumah sakit ternyata diabetes, karena diabetes itu kalo luka langsung nyebar.”

Di tahun yang sama, Suparni menjalani pengobatan kakinya dengan operasi, tentu saja memakai BPJS. Akan tetapi, pasca operasi bukan membaik, justru luka yang dialami kian menyebar. Bukan hanya diabetes yang menggerogoti tubuhnya, tapi melihat keadaan sendiri, anak-anak, dan tempat tinggalnya yang reot itu, pasti menggerogoti pikirannya sendiri.

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Nuraida