Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Lestari: 20 Tahun Bercita-Cita Punya Rumah Hingga Suami Meninggal

17 Oktober 2023 09:00

Lestari: 20 Tahun Bercita-Cita Punya Rumah Hingga Suami Meninggal

Karena sekarang sudah tidak ada suaminya, harapan untuk membangun rumah pun juga telah sirna. Material yang dulu dikumpulkan dengan susah payah bersama suami kini sudah berlumut, kayunya mulai dimakan oleh rayap. Ibu Lestari kini mengubur cita-citanya. Menurutnya sangat mustahil jika beliau sendirian bisa membangun rumah.

Namun Alloh SWT ternyata menjawab doa Ibu Lestari, kesabarannya selama ini berbuah manis. Suatu hari Ibu Lestari didatangi oleh beberapa pemuda. Pemuda-pemuda tersebut tak lain dan tak bukan adalah OPSHID FKYME.

Jiwa-jiwa OPSHID menyampaikan dan meminta izin kepada Ibu Lestari untuk membangun rumah beliau. Meski awalnya seperti tak percaya, namun akhirnya Ibu Lestari menyetujui rumahnya tersebut akan dibangun oleh OPSHID FKYME. Cita-cita yang sempat terkubur, kini bisa terwujud.

"Saya senang sekali dan benar-benar terharu. Selama ini saya mengumpulkan material selama 20 tahun tapi tidak bisa terlaksana membangun rumah. Sampai suami saya meninggal pun belum terlaksana. Jadi saya sangat bersyukur ada OPSHID Shiddiqiyyah membangunkan rumah saya. Material saya sampai lumuten (berlumut-red), kayunya juga sampai dimakan rayap, saya tidak bisa meneruskan membangun. Alchamdullilah ya Alloh saya bersyukur sekali dan saya bangga dengan OPSHID" terang Ibu Lestari dengan penuh haru.

Hidup terkadang tak selalu seperti yang kita inginkan, namun jika kita mau bersabar dengan berusaha dan berdo'a Alloh pasti akan membukakan jalan untuk kita. Seperti kisah Ibu Lestari, 20 tahun lamanya berjuang mengumpulkan material untuk membangun rumah. 20 tahun bukanlah waktu yang singkat, namun Ibu Lestari tetap bersabar hingga akhirnya atas Berkat Rochmat Alloh, melalui perantara OPSHID FKYME kini rumah Ibu Lestari dalam proses pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah. (OPSHID Media)

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.