Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Shiddiqiyyah Ajarkan Pemuda Untuk Mensyukuri Indonesia Raya (BAGIAN IV)

19 Oktober 2023 09:00

Shiddiqiyyah Ajarkan Pemuda Untuk Mensyukuri Indonesia Raya (BAGIAN IV)

Baca bagian satu disini, bagian dua disini, dan bagian tiga disini.

------

Pada artikel sebelumnya dalam seri eksklusif Syukur Pemuda, OPSHID Media membahas tentang pentingnya kebutuhan rumah yang layak huni untuk setiap manusia, serta bagaimana cara OPSHID untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut bagi masyarakat Indonesia yang belum mendapatkannya. Program RSLH (Rumah Syukur Layak Huni), adalah cara OPSHID menjawab kebutuhan tersebut. Begitu totalitasnya OPSHID dalam menjalankan program ini, dan itupun tidak hanya sekedar membangunkan rumah saja, tetapi dipenuhi nilai-nilai yang luhur.

Menurut Aria Rahman dalam podcastnya dengan OPSHID Media yang berjudul "Tanya Jawab Rumah Syukur", setiap pembangunan yang ada di Shiddiqiyyah atau ada di OPSHID itu tidak hanya soal fisik saja tapi juga sarat akan makna.

"Kenapa kita memilih penerima (RSLH-red) diantaranya yang sudah memiliki keturunan, harapannya bukan hanya sebagai pewaris rumahnya saja. Karena ini monumen yang memiliki nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai luhur kebangsaan, itu juga bisa nyambung kepada anak/pewarisnya itu. Supaya generasi selanjutnya tetap bisa mempertahankan nilai-nilai yang terkandung dalam wujud monumen tersebut", terang Aria. Jadi tidak hanya rumah fisiknya saja yang diwariskan tetapi juga nilai-nilai dan semangatnya juga.

Nilai-nilai luhur tersebut disimbolkan dari adanya Pembukaan UUD 1945, lambang negara Garuda Pancasila yang terpajang di dalam rumah, serta simbol Surya Majapahit, lambang OPSHID dan FKYME yang terpasang di luar rumah.

Dari namanya saja, RUMAH SYUKUR LAYAK HUNI, yaitu bukan sekedar membangun rumah yang layak huni, tetapi juga sebuah bentuk rasa syukur. Dalam hal ini, bentuk rasa syukur pemuda-pemudi Shiddiqiyyah. Syukur akan apa? Akan peristiwa Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.