Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Shiddiqiyyah Ajarkan Pemuda Untuk Mensyukuri Indonesia Raya (BAGIAN IV)

19 Oktober 2023 09:00

Shiddiqiyyah Ajarkan Pemuda Untuk Mensyukuri Indonesia Raya (BAGIAN IV)

Sumpah Pemuda

SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928, yaitu peristiwa besar yang memicu terwujudnya kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan hasil rumusan dari Kongres Pemuda kedua yang berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Ikrar ini menegaskan tentang persatuan, yaitu persatuan Bangsa Indonesia dalam membela Tanah Air Indonesia, kesadaran berbangsa Indonesia, dan terbentuknya bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, serta cita-cita berdirinya Negara Indonesia.

Berawal dari semangat bersatu, semangat memperjuangkan kemerdekaan Bangsa dan cita-cita berdirinya Negara Indonesia oleh para pemuda Indonesia hingga membuahkan Sumpah Pemuda. Lalu menimbulkan dampak yang sangat besar, seperti terarahnya tujuan pergerakan Bangsa Indonesia, sampai Bangsa Indonesia merdeka dan berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan semboyan Bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”, suatu prinsip yang melandasi kerukunan dan persatuan di Indonesia. Maka semangat ini hendaknya lestari dalam jiwa para pemuda Indonesia.

Berikut bunyi Sumpah Pemuda dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD):

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Namun jika dilihat kembali sejarahnya, bukankah ada sesuatu yang penting pula di samping peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928? Yaitu adalah lahirnya lagu Indonesia Raya, yang dimainkan sewaktu diadakannya Kongres Pemuda kedua, pada tanggal 28 Oktober di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jl Kramat Raya 106, Jakarta.

Indonesia Raya Dan Sosok Wage Soepratman

Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Soepratman, seorang pemuda yang merupakan tokoh pergerakan nasional sekaligus seorang musisi handal. Rasa cinta Wage kepada tanah air Indonesia serta ikhtiar Wage secara lahiriah maupun spiritual, melahirkan sebuah lagu sakral. Lagu yang dapat memantik cita-cita Bangsa Indonesia untuk merdeka. Lagu yang bagi kaum penjajah adalah 'petir di siang bolong', karena dengan adanya lagu ini, mereka takut bangkit kesadarannya Bangsa Indonesia yang telah dijajah.

Bapak Moch. Subchi Azal Tsani menerangkan tentang sosok Wage dalam wawancaranya bersama OPSHID Media pada tahun 2017.

“Wage adalah sosok real superhero dari Bangsa Indonesia, yang mana dari mahakaryanya yaitu lagu kebangsaan Indonesia Raya, bisa menggugah jiwa Bangsa Indonesia yang dulu ditidurkan oleh penjajahan”.

Maka dengan adanya kelahiran lagu kebangsaan Indonesia Raya, kita sebagai generasi penerus Indonesia juga patut mensyukurinya. Dengan mensyukurinya, semangat dan nilai-nilai luhur cinta tanah air Indonesia akan terwariskan kepada kita.

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Sa’adatush S.