ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Shiddiqiyyah Ajarkan Pemuda Untuk Mensyukuri Indonesia Raya (BAGIAN IV)
19 Oktober 2023 09:00

FAHAM SHIDDIQIYYAH
Menurut pandangan Shiddiqiyyah, Sumpah Pemuda merupakan peristiwa yang sangat besar artinya bagi Bangsa Indonesia Raya, titik terang kemerdekaan Bangsa Indonesia dan lahirnya lagu Indonesia Raya. Sumpah Pemuda juga menjadi Hari Kebangkitan Nasional Indonesia yang sesungguhnya. Sebab pada peristiwa Sumpah Pemuda dan lagu Indonesia Raya inilah yang membangkitkan kesadaran dan semangat jiwa-jiwa SELURUH BANGSA INDONESIA dari tidurnya.
Pada Kunjungan S3 Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi di Mojokerto, Beliau sampaikan lagi tentang filosofi serta makna di balik peristiwa Sumpah Pemuda.
“Sumpah Pemuda ini perlu disyukuri, karena ini nikmat besar. Sumpah pemuda itu satu satu satu satu, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu negara. Tahunnya 1900, 1 dengan 9 itu satu, satu nusa. Terus tahun 28, 2 dengan 8 itu satu, satu bangsa. Bulannya 10, 10 itu satu, satu bahasa. Tanggal nya 28, 2 dengan 8 ya satu, satu negara. Satu tidak mau dipecah-belah lagi, sekali merdeka tetap merdeka”.
Maka dari itu, pada kesempatan yang sama juga, Sang Maha Guru menyatakan WAJIB bagi para pemuda khususnya pemuda-pemudi Shiddiqiyyah untuk mensyukuri Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
“Ingatlah pemuda-pemuda Shiddiqiyyah, ini kewajibanmu, ya bangun rumah, ya harus mensyukuri nikmat besar Sumpah Pemuda itu.”
Jadi sudah jelas bahwa Rumah Syukur Layak Huni adalah salah satu bentuk syukur pemuda-pemuda Shiddiqiyyah. Pada acara Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad S.A.W dan Haul Kyai Achmad Syuhada’ (23/09/2023), dalam pitutur luhurnya beliau dawuhkan hal tersebut:
“Begitu pula Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah, membangun Rumah Syukur untuk mensyukuri Sumpah Pemuda dan untuk mensyukuri lagu kebangsaan Indonesia Raya, pada tahun ini membangun Rumah Syukur itu 60 unit lebih”.
Sebab cinta kepada tanah airnya, cinta kepada Mursyid-nya, cinta kepada Shiddiqiyyah, cinta kepada Pimpinan OPSHID FKYME, cinta kepada perjuangan para pahlawan perjuangan dan pergerakan kemerdekaan, cinta kepada saudara sebangsanya. Tak terbantahkan, fakta yang berbicara, OPSHID mewarisi semangat seperti pada peristiwa Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu Indonesia Raya.
CINTA TANAH AIR, terdengar ringan dan mudah diucapkan, tetapi sangat sulit untuk diterapkan. Inilah apa yang diperlukan Bangsa Indonesia untuk kembali kepada jati dirinya, sehingga memiliki rasa kebanggaan nasional, serta mensyukurinya dengan sungguh syukur. Sebagaimana dawuh Pimpinan OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani:
“Memang menunjukkan suatu pengorbanan yang besar, ini wujud dari kita Cinta Tanah Air, kalau kita cinta pasti mau berkorban”.
Itulah kenapa, OPSHID membangun rumah layak huni. Dan terdapat kata "Syukur" dalam program Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah dan OPSHID. "S" dalam RSLH kepanjangannya adalah "Syukur", karena itu adalah bentuk rasa syukur OPSHID kepada Indonesia Raya.(OPSHID MEDIA)
-----
Artikel ini adalah bagian keempat dari lima seri eksklusif Syukur Pemuda. Nantikan bagian kelima segera.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan