ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiPilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
· 8 menit baca · Diperbarui
Penggunaan teknologi tidak hanya mempercepat proses konstruksi dan menjaga stabilitas kualitas bangunan di atas standar kemampuan fisik tenaga manusia, tetapi juga menjadi instrumen efisiensi anggaran. Efektivitas alat berat ini diimbangi dengan investasi pada sumber daya manusia internal melalui program pelatihan operator terstandardisasi.
Target untuk fase structural building kelima bangunan ini direncanakan berjalan selama lima bulan. Mengambil lini masa operasional dari bulan Juni, fase struktur ini ditargetkan rampung pada kisaran November hingga Desember, sebelum dilanjutkan ke tahap pekerjaan akhir serta penataan lanskap.
Di balik akselerasi teknis tersebut, seluruh proses pengerjaan tetap mengandalkan kekuatan gotong royong dari para sukarelawan dan warga internal. Bagi Shiddiqiyyah, pengadaan alat dan penyiapan operator mandiri ini bertujuan jangka panjang untuk membentuk cara berfikir adaptif yang menciptakan ekosistem pembangunan independen.
“Karena pembangunan itu adalah jejak. Jadi berkembangnya kita itu ditandai dengan jejak itu. Makanya kita membangun sarana-sarana atau bangunan-bangunan yang bermanfaat, supaya kita mempunyai sisi positif peninggalan. Jadi sisi positif history, jadi berkembangnya kita harus dibangun, dibangun eksternal akan feedback ke pembangunan diri kita masing-masing,” ungkap Lukman.
SYUKUR SEBAGAI LANDASAN
Semangat kolektif yang ditunjukkan oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam mengawal megaproyek ini berakar kuat pada nilai-nilai yang ditanamkan oleh Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Secara sosiologis, loyalitas dan dedikasi digerakkan oleh dua pilar motivasi utama, yakni mengharap ridlo dan rasa syukur atas nikmat tak terhingga yang telah diterima dari Alloh Ta’ala.
Di tengah konsentrasi merampungkan lima proyek besar di pesantren, murid Thoriqoh Shiddiqiyyah juga melaksanakan agenda tahunan dengan membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah sebanyak 135 unit yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dan direncanakan dapat rampung pada Tasyakkuran kemerdekaan ke-81 nanti. Selengkapnya: Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke-81.
Pada akhirnya, jejak-jejak fisik yang berdiri di Ploso, Jombang, serta jaringan Rumah Syukur di berbagai penjuru kepulauan, menjadi dokumen sejarah yang hidup bagi generasi mendatang. Lewat efisiensi waktu, penguasaan keilmuan, dan semangat gotong royong, komunitas kita ini sedang meletakkan fondasi kemajuan yang mandiri, warisan kolektif yang menyatukan bakti spiritual kepada Sang Pencipta dan bakti sosial kepada bangsa. (OPSHID Media)
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang