ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiPilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
· 8 menit baca · Diperbarui
Kemajuan suatu peradaban seringkali ditandai oleh karya monumental berupa bangunan. Sehingga, pembangunan infrastruktur secara masif di berbagai masa bukan sekedar persoalan estetika arsitektur, melainkan indikator atas stabilitas sosial dan tingkat peradaban di masanya.
Seperti kota Baghdad pada masa Abbasiyyah (762 M), yang dibangun dengan presisi arsitektur dan dilengkapi jaringan perpustakaan atau Bait Al Chikmah yang berfungsi sebagai episentrum intelektual. Keberadaan pusat-pusat ilmu tersebut menjadi penanda penting dari kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di masanya.
Begitu juga dengan Konstantinopel, yang setelah ditaklukkan pada tahun 1453M, dibangun kembali infrastruktur kotanya oleh Sultan Mehmed Al-Fatih menjadi Istanbul yang megah. Pembangunan Kompleks Fatih antara tahun 1463 hingga 1470 Masehi yang lengkap dengan pusat sosial-pendidikan menjadi bukti atas kebangkitan peradaban baru tersebut.
Di Nusantara, kompleks Candi Prambanan yang diperkirakan dibangun pada tahun 850 Masehi juga menunjukkan kemajuan sebuah peradaban. Bangunan setinggi 47 meter tanpa semen modern membuktikan kemajuan pesat dalam teknik konstruksi dan perhitungan yang presisi.
Kini, perkembangan Shiddiqiyyah merefleksikan hal yang serupa melalui pembangunan mandiri lima proyek besar bersifat Khususul Khususu di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang. Pesantren ini juga sekaligus menjadi pusat perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini.
Kelimanya ini disebut 5 Program Pembangunan Khususul Khusus, dan 5 bangunan itu adalah:
- Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun Adhiima
- Perpustakaan Tashawwuf
- Monumen serta Gapuro semboyan Sang Mursyid
- Kanal Ta’at
- Gapuro Syukur
Setiap infrastruktur yang berdiri memiliki nilai filosofis dan tujuan yang besar.
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang