ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
11 Juli 2026 12:00
FONDASI KEMANDIRIAN DAN KEMAJUAN SHIDDIQIYYAH
Rangkaian lima proyek Khususul Khusus ini menjadi manifestasi dari fondasi kemandirian dan kemajuan yang sedang dibangun oleh Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia. Meskipun rangkaian megaproyek ini bernilai miliaran rupiah, sistem pendanaan dan pengerjaannya murni mengandalkan swadaya internal tanpa ketergantungan pada donasi eksternal atau intervensi luar.
Nilai kemandirian ini diwujudkan secara konkret melalui kepemilikan alat berat sendiri serta pemenuhan kebutuhan material secara mandiri, mulai dari produksi Glassfiber Reinforced Concrete (GRC), pembuatan keramik, kebutuhan muqarnas, kaca patri, kayu jati ukir, beton, perancangan desain arsitektur, hingga penyediaan konsumsi yang seluruhnya dikelola oleh murid Shiddiqiyyah.
Seluruh infrastruktur ini dibangun secara serentak dengan tim ahli pada masing-masing bidangnya. Seperti disampaikan oleh Lukman Santoso dari Departemen Pembangunan Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (DPP OPSHID FKYME), "tidak seperti biasanya, pembangunan tidak dilakukan secara parsial. Jadi bukan satu bangunan selesai lalu lanjut ke bangunan satunya, tapi dilakukan secara paralel alias berbarengan. Tiap pos punya tim sendiri-sendiri."
Dengan mengandalkan semangat gotong royong dari para relawan, warga internal, serta tenaga ahli. Strategi pembangunan cepat dan mandiri ini didasarkan pada perspektif historis dan keilmuan yang matang. Dikutip dari Pimpinan OPSHID FKYME, Sang Maulana Bapak M. Subchi Azal Tsani:
“Kalau dulu ada istilah mbangun candi, mbangun candi itu sanepo, mbangun candi dalam waktu semalem. Apakah itu cerita sebenarnya, kalau menurut saya itu sanepo perumpamaan. Bangsa kita punya sejarah sebagai bangsa yang cerdas, bangsa yang beradab yang kemudian memiliki sejarah peradaban. Jadi kalau kita berjuang harus pinter.”
Beliau juga menekankan bahwa percepatan pembangunan di era modern tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional masa lalu.
“Masang boto zaman Londo gae cetok. Umpomo bangunan 10x10 m, masang boto siji-siji. Umpomo bangunan 1.000 meter, kalau ada target waktu pasti ada hal yang tidak biasa, ada timeline. Harus diterjemahkan dalam Ilmu Pengetahuan. Ilmu bagi orang Tashawuf adalah senjata untuk berjuang, sama seperti dalam bidang ekonomi dan lain-lain.”
Bagi pandangan tashawwuf, ilmu pengetahuan dinilai sebagai instrumen penting untuk perjuangan, baik di bidang ekonomi maupun pembangunan fisik. Berdasarkan prinsip tersebut, urusan duniawi ditargetkan untuk diselesaikan secara efektif dan efisien melalui manajemen waktu yang presisi.
Ketika instruksi turun, seluruh elemen organisasi di Shiddiqiyyah bergerak untuk menyelesaikannya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kesadaran untuk tidak bersikap pasif inilah yang menjadi landasan utama dan gerak cepat bagi seluruh murid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia.
Langkah dalam mewujudkan lima proyek monumental ini ditopang oleh strategi manajemen konstruksi yang modern dan mandiri. Guna menekan ketergantungan pada pihak eksternal, pihak pengelola melakukan pengadaan berbagai unit alat berat secara mandiri.
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang
- Dari Zona 1 untuk Khususul Khusus: Ketika Satu Excavator Membawa Pesan Besar
- Bantuan Rumah Gratis di Tanggamus, Wujud Syukur Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Shiddiqiyyah Bangunkan Rumah Untuk Orang Tua Tunggal di Pati
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future