Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Menelusuri Jejak Spiritual Shiddiqiyyah: Dari Cahaya Isro’ Mi’roj hingga Kebangkitan di Nusantara

17 Januari 2026 07:00

Menelusuri Jejak Spiritual Shiddiqiyyah: Dari Cahaya Isro’ Mi’roj hingga Kebangkitan di Nusantara

Sejarah bukanlah sekadar deretan angka dan tahun, melainkan aliran nilai yang terus mengalir melintasi zaman. Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah salah satu aliran spiritual (tashawuf) yang memiliki akar sejarah yang sangat dalam.

 

AKAR NAMA DAN PERISTIWA ISRO' MI'ROJ

Sejarah Shiddiqiyyah bermula dari gelar mulia yang disematkan kepada sahabat Abu Bakar. Sejarah ini dimulai ketika Rosululloh SAW di Isro’ kan dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqso (Palestina), kemudian dari Masjidil Aqso Rosul di Mi’rojkan ke Sidrotul Muntaha, di atasnya langit ke tujuh.

Setelah Rosululloh kembali, Beliau menyampaikan peristiwa itu kepada umatnya. Dari peristiwa tersebut menjadikan umatnya pecah menjadi 3 golongan. Ada yang semakin yaqin dengan Rosululloh, ada yang ragu-ragu, bahkan ada yang murtad keluar dari Islam. Di tengah ujian yang menggemparkan umat Islam, Abu Bakar merupakan orang pertama yang membenarkan peristiwa Isro’ Mi’roj Nabi Muchammad SAW tanpa keraguan sedikit pun, di saat banyak orang lain mencemooh dan meragukannya. Atas keteguhan imannya tersebut, beliau dianugerahi gelar Ash-Shiddiq Yang berarti membenarkan/Yang Sangat Jujur.

Dari gelar inilah muncul sekelompok orang yang memiliki keimanan serupa. Mereka yang mengimani dan membenarkan peristiwa Isro’ Mi’roj dengan sepenuh hati inlah yang kemudian dikenal sebagai golongan Shiddiq atau Shiddiqiyyah.

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.