ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Menelusuri Jejak Spiritual Shiddiqiyyah: Dari Cahaya Isro’ Mi’roj hingga Kebangkitan di Nusantara
17 Januari 2026 07:00

MASA KEEMASAN SHIDDIQIYYAH DI TANGAN ABU YAZID AL-BUSTHOMI
Estafet spiritual ini terus berlanjut hingga mencapai masa kepemimpinan Syekh Abu Yazid Al-Busthomi. Berdasarkan keterangan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mukhti, pada era kepemimpinan Abi Yazid Al Busthomi tersebutlah Shiddiqiyyah mengalami masa keemasan yang gemilang. Thoriqoh Shiddiqiyyah berkembang pesat dan berjaya di dua wilayah besar, yakni: di Busthom, Iran: Wilayah asal sang Syekh Abi Yazid dan di Irbil, Irak: Pusat peradaban yang menjadi basis pengikutnya.
Pada masa itu, ajaran Shiddiqiyyah menjadi pilar spiritualitas yang kuat bagi masyarakat di wilayah tersebut.
ERA PERUBAHAN NAMA DAN TENGGELAMNYA SHIDDIQIYYAH
Namun, roda sejarah terus berputar. Setelah Syekh Abu Yazid Al-Busthomi wafat, Thoriqoh Shiddiqiyyah mengalami fase perubahan identitas secara administratif. Nama "Shiddiqiyyah" perlahan mulai jarang digunakan dan berganti mengikuti nama Mursyid yang memimpin atau nama daerah tempat thoriqoh tersebut berkembang. Hal ini disampaikan oleh seorang tokoh dari negri Irbil Syekh Amin Al qurdi, dalam kitabnya yang berjudul Tanwirul Qulub fii Musmalati Ulumul Ghuyub, beliau menulis:
"Ketahuilah sesungguhnya gelar silsilah itu berbeda-beda sebab perbedaan kurun waktu, dan dari shohabat Abu Bakar Shiddiq RA hingga Syekh Thoifur bin Isa Abi Yazid Al Busthomi bernama Shiddiqiyyah".
Namun sayangnya, setelah wafatnya Abu Yazid pada tahun 874 M, nama Thoriqoh Shiddiqiyyah ini mulai berganti-ganti sesuai dengan nama mursyid yang memimpin setelahnya, seperti menjadi Tarekat Thoifuriyyah, khuwajikaniyyah, Naqsyabandiyyah dan lain-lainnya.
Salah satu contoh nyatanya adalah munculnya Thoriqoh Thoifuriyyah, nama ini muncul setelah Syekh Abi Yazid Al Busthomi wafat.
Akibat perubahan-perubahan nama yang terus berlanjut selama berabad-abad, nama asli "Shiddiqiyyah" perlahan tenggelam dan menjadi asing di telinga masyarakat luas.
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja