Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Menelusuri Jejak Spiritual Shiddiqiyyah: Dari Cahaya Isro’ Mi’roj hingga Kebangkitan di Nusantara

17 Januari 2026 07:00

Menelusuri Jejak Spiritual Shiddiqiyyah: Dari Cahaya Isro’ Mi’roj hingga Kebangkitan di Nusantara

KEBANGKITAN KEMBALI DARI PLOSO, JOMBANG

Setelah sekian lama nama Shiddiqiyyah tidak dikenal, sejarah mencatat sebuah titik balik yang sangat penting di Indonesia. Nama Shiddiqiyyah dimunculkan kembali ke permukaan oleh Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi Ulama’ asal Jombang, Jawa Timur.

Di bawah bimbingan Syekh Mukhtarullohil Mujtabaa Mukthi, ajaran Tashawuf ini tumbuh menjadi kekuatan yang mendidik hati dengan ajaran utama Laa Ilaaha Illalloh. Perjalanan Syekh Mukhtar tidaklah mudah, Beliau mulai mengajarkan Thoriqoh Shiddiqiyyah sejak tahun 1960 di desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur.

Perjalanan Shiddiqiyyah adalah proses evolusi yang sangat panjang. Beliau tidak memperkenalkannya secara instan, melainkan melalui empat tahapan besar:

Dimulai dari tahun 1960: Syekh Mukhtar mulai mengajarkan thoriqoh Shiddiqyyah yang saat itu dinamakan sebagai Ilmu Haq Layar Tuju Pati.
Tahun 1963: berganti nama menjadi Ilmu Haq Kholwatiyyah.
Tahun 1967: berganti nama lagi menjadi Thoriqoh Kholwatiyyah Shiddiqiyyah
Dan pada tanggal 4 April 1972: Barulah secara resmi berdiri tegak sebagai Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Syekh Mukhtar mengajarkan kepada jama’ahnya bahwa Thoriqoh bukan hanya soal ritual di atas sajadah, tapi juga aksi nyata di tengah masyarakat. Beliau membangun struktur peradaban melalui berbagai organisasi:

Mulai Di bidang pendidikan, seperti organisasi Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) dan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat  (THGB).
Di bidang sosial dan kebangsaan, lahir beberapa organisasi seperti, Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME), Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA),  hingga organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI).

Jika semua organisasi yang didirikan oleh Syekh Mukhtar tersebut dikerucutkan, semua organisasi ini bermuara pada dua pilar utama yakni: Keimanan Spiritual dan Kemanusiaan Sosial. Jadi intinya ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah ini berfokus pada Keimanan dan kemanusiaan.

Dengan bimbingan Syekh Mukhtar, Shiddiqiyyah melesat di berbagai sektor. Mulai dari bidang pendidikan mencetak generasi intelek berhati tauhid, di bidang ekonomi mendirikan beberapa usaha, dan infrastruktur yang dibangun dengan kemandirian para Santri.

Dengan jutaan pengikut, kini ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak hanya berkembang di wilayah Nusantara, namun telah meluas hingga ke luar negri.

Shiddiqiyyah adalah bukti nyata bahwa spiritualitas yang benar tidak akan membuat manusia menjauh dari bangsanya. Sebaliknya, ia justru menjadikan manusia sebagai garda terdepan dalam kemanusiaan. (OPSHID Media)


Sumber : 

• Pitutur luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mukhti 

•  Al Arif Billah Sayyid Muhammad Amin Al Qurdi. Terjemah Kitab Tanwirul Qulub Fii Muamalatin Alamil Ghuyub.

• Organisasi Shiddiqiyyah (2015). Sejarah Thoriqoh Shiddiqiyyah Fase pertama. Penerbit organisasi Shiddiqiyyah.

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.