ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Oeang Republik Indonesia (ORI) Simbol Kedaulatan Ekonomi
10 Juni 2025 15:00
OEANG REPUBLIK INDONESIA (ORI) MULAI DIEDARKAN
Pada 30 Oktober 1946, ORI mulai diedarkan secara sah. Sementara khusus untuk wilayah Jawa dan Madura, mata uang selain ORI dibuat tidak berlaku karena adanya perlawanan terhadap Belanda. Situasi dan kondisi juga membuat pemerintah pusat sulit menjangkau peredaran ORI ke wilayah lain, sehingga daerah di luar Jawa dan Madura menerbitkan mata uang lain yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).
Di awal-awal pengedarannya, ORI memiliki nilai 1:5 hingga 1:20 uang NICA untuk barang yang dijual para pedagang di pasar. Dikatakan "para pegawai berseri-seri mukanya" di kabar berita (Antara) saat itu. Jika dibandingkan dengan mata uang Jepang, ORI memiliki nilai 1 banding 50 kali lipat di Jawa, dan 100 kali lipat di Sumatera. Dengan begitu, pemerintah menaikkan harga padi lebih dari 2x lipat, untuk memperbaiki penghidupan petani. Sebagai petunjuk pandangan Internasional, nilai ORI setara dengan 5 gram emas murni, namun bukan berarti ORI didasarkan kepada harga emas.
Dikutip dari buku KRONIK ORI Oeang Republik Indonesia 1945-1950, halaman 155, dalam bentuk kliping menyebutkan bahwa pada 1 November 1946, oleh yang disebut 'Pembantu', menyampaikan kesan-kesan seputar beredarnya uang republik, antara lain: "di samping mempunyai bendera sendiri, tentara sendiri, pesawat udara sendiri, sekarang sudah mempunyai uang sendiri pula. Mudah menggunakannya, nilainya besar, tidak perlu menggunakan tommygun untuk menukarnya dengan barang yang dikehendakinya. Jika dua tiga hari berselang untuk sebuah mangga mesti mengeluarkan uang delapan sampai sepuluh rupiah, maka kemarin dan seterusnya hanya beberapa sen saja. Sungguh rakyat jelata seakan-akan bermimpi! Di sinilah letaknya kekuatan gaib uang Republik..."
Dalam mempertahankan harga uang tersebut, ada kejadian di mana para pedagang yang didatangi NICA ingin membeli durian memakai nilai harga yang sama dengan uang republik, yaitu 50 sen, tetapi dibayarnya dengan uang NICA, para pedagang mengerti hal itu dan enggan menerimanya. Ada juga usaha NICA untuk membeli beras dengan harga 20 sen uang mereka, para pedagang juga tak mau menerima permintaannya, dikatakan mereka bahwa beras datang dari Republik. Kejadian ini menggemparkan pasar, bahkan komandan strategi NICA turut mengurusnya.
NICA merupakan organisasi yang dibentuk setelah terjadinya Perang Dunia II, alat sekutu untuk melanjutkan penjajahan di Indonesia. Sebab kemerdekaan bangsa Indonesia dapat menimbulkan kekacauan bagi langgengnya imperium dunia baru yang menerapkan sistem globalisasi kapitalis.
Dari sini kita mengetahui bahwa dalam segala hal yang berkaitan dengan materi perlu perhatian khusus, namun sangat perlu juga disanding dengan arah tujuan yang tidak merugikan diri dan orang lain. Tak berhenti disini tentang ORI, bagaimana bisa saat ini mata uang kita menjadi 'Rupiah' dan nilainya anjlok? (OPSHID Media)
——————
Bersumber dari:
- Kronik ORI Oeang Republik Indonesia 1945-1950 (2022) oleh Erwien Kusuma.
- Panglima Besar TNI Jendral Soedirman Pemimpin Terakhir Penjajahan di Indonesia, Kisah Seorang Pengawal (1992) oleh Tjokropranolo.
- ORIDA Oeang Republik Indonesia Daerah 1957-1950 (2020) oleh Suwito Harsono dan Michell Suharli.
- Katalog Uang Kertas Indonesia 1782-1996 (1996) oleh Sugiana Handjaja, Alim A. Sumana, Madsuri Handjaja M.Sc.
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?