Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Oeang Republik Indonesia (ORI) Simbol Kedaulatan Ekonomi

10 Juni 2025 15:00

Oeang Republik Indonesia (ORI) Simbol Kedaulatan Ekonomi

Konflik-konflik terus terjadi, NICA sempat menyebarkan uang kertas baru di tengah-tengah itu, sehingga pemerintah mengeluarkan maklumat tidak berlakunya uang NICA supaya tidak menimbulkan inflasi. Dengan tidak berlakunya uang NICA dan hanya berlaku uang jepang, hal ini menarik perhatian organisasi militer sekutu yang bertugas melacak dan membebaskan tawanan perang atau biasa disebut dengan singkatan RAPWI, begitu juga dengan NICA. Mengingat banyaknya kaum tawanan dan keluarga dari pihak sekutu, tentu perlu banyak uang yang dikeluarkan, dan pada masa-masa itu pula banyak uang kertas Jepang yang baru beredar dimana-mana, uang tersebut tidak memiliki nomor atau tanda tangan, alias uang palsu.

Tidak hanya itu, tidak sedikit pula dari bangsa kita sendiri yang menyerahkan kehormatan sebagai bangsa merdeka dan berpaling menjadi agen NICA hanya karena materi. Mereka membantu NICA yang bertujuan melemahkan Indonesia dengan berbagai macam cara berkhianat, seperti memberikan informasi rahasia, menjadi mata-mata NICA, juga mengantarkan beras dari wilayah lain ke wilayah tempat NICA berada menggunakan 'uang yang tak memiliki nilai', yaitu uang Jepang. Akibatnya, kondisi keuangan di Indonesia menjadi kacau, inflasi terhadap kaum buruh dan rakyat, bahkan mengacaukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. 

Bahkan kala itu, tepatnya di Surabaya ada yang menembaki saudara-saudara bangsa kita yang tengah mempertahankan kemerdekaan, akhirnya dapat ditangkap beberapa agen NICA yang merupakan rakyat kita sendiri. Akhirnya, dapat diketahui mereka telah menerima uang kertas Jepang, dari sinilah bukti bahwa uang dijadikan sebagai alat perang. Dan bisa ditarik kesimpulan adanya kedaulatan ekonomi bagi bangsa yang merdeka merupakan hal yang sangat krusial.

Dengan konflik tersebut, beberapa pihak mendesak pemerintah supaya mencabut uang jepang dari peredaran, yang mana dipakai mata-mata musuh sebagai alat perang. Akan tetapi pemerintah sama sekali tidak memiliki kuasa atau kontrol dalam pengeluaran maupun pengedaran uang jepang, yang dapat dilakukan adalah menghapuskan dan tidak memberlakukan lagi uang jepang tersebut di atas tanah air Indonesia. 

Betapa pentingnya urusan keuangan, serta kebijaksanaan dalam pengaturannya, diketahui bahwa uang merupakan salah satu alat perjuangan paling penting dalam setiap masa, mau itu masa perang ataupun masa damai. Karena mata uang bisa menjadi cermin kedaulatan ekonomi rakyat. Terdapat sejarah, di mana satu negeri tak perlu mengangkat senjata untuk mengalahkan negeri lain, sebab hanya perlu dikalahkan lewat perang ekonomi. Tidak hanya menang tanpa kerugian, tetapi juga tanpa korban jiwa dan bisa menjadi keuntungan besar bagi pemenang.

Uang bukanlah tujuan, melainkan sarana yang pengaruhnya mencakup hampir dalam segala lini kehidupan, terutama sebagai alat tukar kebutuhan pokok. Dari uang dapat menimbulkan ketentraman maupun kekacauan, kemanfaatan maupun kerugian, tergantung apa tujuan dan bagaimana cara seseorang atau organisasi yang memegang alat sarana tersebut mengendalikannya.

Melanjutkan bagaimana cara sekutu mengendalikan uang pada masa revolusi kemerdekaan, dimulai dari NICA yang merebut Kolff, yaitu perusahaan untuk mencetak uang Jepang yang ada sejak pemerintahan Jepang ada disana. Dengan jatuhnya Kolff di tangan NICA, mereka merampok lebih dari nilai semilyar rupiah kala itu, bahkan mencetak terus menerus setiap harinya.

Sehubungan dengan pengeluaran uang republik Indonesia (ORI), mengingat berbagai konflik yang disebabkan sekutu yang berpakaian NICA pada saat itu, dan juga desakan dari rakyat Indonesia sampai di akhir tahun 1945, pemerintah menjawab bahwa sebenarnya uang republik sudah bisa dikeluarkan sejak awal Desember. Namun karena kesulitan teknis maka harus tertunda pula pengeluarannya. Meski begitu tak lama lagi uang republik akan dikeluarkan.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.