ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peran Shiddiqiyyah Dalam Kebangkitan Kesadaran Nasional
21 Mei 2024 09:00

SHIDDIQIYYAH ADALAH BENTENG YANG MENCEGAH KELONGSORAN JATI DIRI BANGSA
Di dalam pesantren ini terdapat lembaga pendidikan yang dinamai Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Bannat (THGB), dalam bahasa Indonesia berarti Pendidikan Penjagaan Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan.

Penjagaan yang dimaksud disini adalah penjagaan fitroh putra dan putri kita. Manusia lahir dalam keadaan fitri/suci, dan pendidikan di THGB adalah menjaga fitroh taqwa itu dari tercemar oleh fitroh fujur.
Murid yang belajar di THGB dididik untuk menjadi abdan syakuro (hamba yang bersyukur). Dimana tujuan ini merupakan jalan utama untuk sampai pada tingkat tertinggi kemulyaan manusia, yakni ridlo Alloh.
Salah satu cara Shiddiqiyyah untuk membentuk muridnya menjadi abdan syakuro, adalah mengajarkan cinta tanah air. Pemahaman cinta tanah air diperlukan karena berkaitan dengan masalah syukur kepada Alloh. Syukur memiliki tanah air Indonesia, syukur dilahirkan menjadi bangsa Indonesia.
Sering disampaikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah bahwa Indonesia terancam mengalami bencana yang besar. "Dan bagi pribadi saya, bencana yang terbesar mengancam negeri kita itu bukan bencana tanah longsor, bukan bencana gunung meletus, bukan bencana tsunami. Itu bencana yang dapat dilihat oleh panca indra, bukan itu bencana yang terbesar mengancam Indonesia ini. Yang spontan tidak bisa dilihat panca oleh indra dhohir. Bencana lebih besar daripada semua bencana-bencana yang telah menimpa negeri kita ini. Bencana apakah yang paling besar, paling besar yang mengancam negri kita ini? Bencana terkikisnya jati diri bangsa Indonesia, ini bencana yang terbesar".
Karenanya beliau Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi mengajak kepada murid Shiddiqiyyah, dan seluruh warga Indonesia untuk taubat nasional. Taubat itu kembali kepada nilai-nilai nasional. Jadi nilai-nilai yg mempunyai fungsi, nilai nasionalis. Taubat mempunyai arti kembali, dan taubat nasional adalah kembalinya bangsa Indonesia kepada jati dirinya.
Banyak program-program bernafaskan cinta tanah air di Shiddiqiyyah, seperti Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah yang dibangun dalam rangka mentasyakuri kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Sumpah Pemuda; Santunan Nasional dalam rangka Maulid Nabi Muhammad saw dan sebagai wasilah mendo’akan Negara Indonesia; Jelajah Desa dan Jelajah Pulau untuk mengamalkan ajaran shillaturrochmi santun dan shodaqoh. Kesemuanya itu, termasuk dalam agenda besar untuk mencegah kelongsoran jati diri bangsa Indonesia.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan