ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peran Shiddiqiyyah Dalam Kebangkitan Kesadaran Nasional
21 Mei 2024 09:00

Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia (Harkitnas). Keputusan ini menjadi dasar diperingatinya Harkitnas setiap tahun.
Dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelengaraan Hari Kebangkitan Nasional, dicantumkan perlunya diadakan peringatan Harkitnas, yakni untuk menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah perjuangan bangsa agar dapat memperkuat kepribadian, mempertebal rasa harga diri, dan kebanggaan nasional, serta memperkokoh jiwa persatuan dan kesatuan nasional.
Lalu apa yang dimaksud dengan "kebangkitan" itu sendiri?
Dalam KBBI kata bangkit berarti bangun dari duduk, bangun (hidup kembali) dengan kata lain bangkit adalah sebuah gerakan dan perubahan dari yang rendah menunju posisi yang lebih tinggi. Sama halnya dengan kebangkitan nasional, yang merupakan bentuk perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme yang menyerang bangsa dan bumi Indonesia.
Kebangkitan nasional menjadi bukti kesadaran bahwa kemerdekaan patut diperjuangkan dan bangsa Indonesia harus merdeka. Dan tujuan ini hanya bisa dicapai jika adanya persatuan dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan.
Bangkitnya kesadaran itu diantaranya dipengaruhi ulama’ dan santri. Sebagaimana yang diajarkan dalam Islam, bahwa semua manusia mempunyai hak yang sama, tidak ada budak, tidak ada tuan. Juga, fitroh (pembawaan) manusia adalah merdeka.
Seperti yang dituliskan Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah Jilid 1 yang terbit tahun 2016 halaman 310. Yang menjelaskan peran ajaran Islam melalui Ulama’ dan santri dalam Kebangkitan Nasional.
“Ajaran kejuangan pesantren melahirkan kekuatan Islam yang integratif. Ditandaskan pula, ajaran pesantren telah meniadakan rasa etnoregional dan menjadikan Islam sebagai simbol gerakan nasional. Dengan kata lain, pengaruh ajaran ulama' mengubah jiwa sukuisme atau rasisime menjadi nasionalis.”
Hingga kini, pengaruh ulama’ dan santri terhadap keutuhan Indonesia masih kuat. Tak terkecuali, pesantren yang bernafaskan tashawuf, Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari, Ploso - Jombang, yang didirikan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan