ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tumbuh Berkembang dengan Bijaksana, Thoriqoh Shiddiqiyyah Aktif Berorganisasi Untuk Indonesia Raya (Bagian 3)
11 Februari 2024 09:11
Pesantren Keagamaan dan Kebangsaan
Pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah terletak di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ditempat tersebut didirikan Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah (MBHWMIS) yang bernafaskan Tashawuf.
Di dalam pesantren, terdapat lembaga pendidikan formal (THGB) mulai dari Taman Bermain Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Namun sistem pembelajaran yang ada dalam THGB tidak sama dengan pedidikan formal lainnya, THGB memiliki kurikulum dan mata pelajaran khusus dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk mendidik generasi yang cinta tanah air dan Abdan Syakuro (hamba yang bersyukur).
Dalam perkembangan Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini, Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi menyampaikan bahwa akan mendirikan pesantren-pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia. Pesantren tersebut ada yang di khususkan untuk mengajarkan Ilmu Agama, ada juga yang secara khusus untuk mengajarkan wawasan kebangsaan yang diberi nama "Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara". Siapa saja diperbolehkan untuk belajar di Pesantren Jati Diri Bangsa merajut Nusantara, baik beragama Kristen, Budha, Khatolik, maupun Konghuchu. Didalam pesantren tersebut nantinya tidak diajarkan masalah Agama, namun dididik kesadaran berbangsa, dididik untuk berwawasan Nusantara, dididik untuk cinta tanah airnya.
Beliau juga menyampaikan tujuan mendirikan pesantren-pesanren tersebut adalah untuk menghindari bencana besar yang tengah mengancam Indonesia, "Dan bagi pribadi saya bencana yang terbesar mengancam negri kita itu bukan bencana tanah longsor, bukan bencana gunung meletus, bukan bencana tsunami, itu bencana yang dapat dilihat oleh panca indra, bukan itu bencana yang terbesar mengancam Indonesia ini. Yang spontan tidak bisa bisa dilihat penca oleh indra dhohir. Bencana lebih besar daripada semua bencana-bencana yang telah menimpa negri kita ini. Bencana apakah yang paling besar, paling besar yang mengancam negri kita ini, bencana terkikisnya jati diri bangsa Indonesia, ini bencana yang terbesar".
Beliau melanjutkan, "Kalau bangsa Indonesia sudah terkikis habis jati dirinya, maka bangsa Indonesia tinggal cerita, tinggal kelontongan, seperti bola bundar yang dalamnya kosong. Nasibnya kalau bangsa Indonesia sudah tidak berisi jatidirinya, nasibnya seperti bola bunder, di dalamnya kosong, akan menjadi permainana kaki kanan-kaki kiri, permainan di lapangan hijau akan ditonton oleh dunia, dikeploki, disuraki, itulah nasib bangsa yang sudah tidak ada jati dirinya".
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak