ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tumbuh Berkembang dengan Bijaksana, Thoriqoh Shiddiqiyyah Aktif Berorganisasi Untuk Indonesia Raya (Bagian 3)
11 Februari 2024 09:11

Artikel ini adalah bagian akhir dari 3 seri eksklusif Hari Shiddiqiyyah 1445 H.
---
Pada bagian 1 dan 2 telah dijelaskan bagaiamana sejarah Thoriqoh Shiddiqiyyah sampai ajaran cinta dan syukur yang telah diajarkan. dalam perkembangannya Thoriqoh Shiddiqiyyah juga bergerak aktif dalam berbagai organisasi-organisasi yang bergerak dibidang keimanan dan kemanusiaan.
Thoriqoh Shiddiqiyyah dan Organisasi Da’wah Islamiyyah
Didunia ini ada banyak sekali Thoriqoh-Thoriqoh yang mengajarkan ajaran Tashawuf. Thoriqoh yang menuntun ruhani manusia menuju kepada Alloh melalui dzikir kalimat Tauhid dengan metode-metode khusus, dan melalui bimbingan seorang mursyid.
Dalam buku Ensiklopedi Islam yang diterbitkan oleh PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, cetakan kedua tahun 1991 jilid V (lima), Bab huruf T, halaman 67 menerangkan bahwa ada 44 Thoriqoh yang mempunyai pengaruh besar di dunia. 43 diantaranya berpusat di luar negeri, dan hanya satu Thoriqoh yang berpusat di Indonesia, yakni Thoriqoh Shiddiqiyyah yang dipimpin oleh seorang Mursyid Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi atau biasa dikenal Kyai Tar. Tepatnya di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Pada 2021 lalu, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menambahkan kalimat Indonesia dibelakang nama Thoriqoh ini, sehingga menjadi Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia. Sejak dimunculkan kembali oleh Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi pada tahun 1972. Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia berkembang pesat dan menjadi Thoriqoh yang sangat aktif melaksakan program-program keimanan dan kemanusian, dan salah satu upaya untuk melaksanakan program keimanan, kemanusiaan dan cinta tanah air ialah melalui organisasi-organisasi yang ada di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menyampaikan bahwa adanya beliau mendirikan organisasi-organisasi di Shiddiqiyyah ini dengan mencontoh Rosululloh SAW, ketika kala itu Rosululloh da'wah di Mekkah selama 13 tahun lamanya, namun hanya sedikit yang memeluk Islam, dan tak sedikit umat muslim dimusuhi hingga didzalimi. Beliau menganggap salah satu penyebabnya karena pada waktu itu belum ada organisasi yang menyokong Da’wah Islamiyyah. Setelah Hijrah ke Yastrib (sekarang bernama Madinah) Rosululoh membentuk organisasi yang kemudian bernama Ukhuwah Islamiyyah (Persaudaraan Islam) sebagai organisasi muslim pertama dan menjadi awal dari organisasi-organisasi lain yang menyokong perkembangan Islam.
Begitu juga Shiddiqiyyah, pada awal dimunculkan kembali oleh Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi, banyak yang tidak suka, difitnah dari berbagai arah. Kemudian secara bertahap, Beliau mendirikan organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk menyokong perkembangan ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Saat ini ada delapan organisasi yang didirikan oleh Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi.
- Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS)
- Jam’iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS)
- Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB)
- Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah
- Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID)
- Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID)
- Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTAI)
Tiap organisasi mempunyai peranan penting dalam masing-masing bidangnya, seperti yang tersebut sebagai berikut:
- Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS) memiliki tugas utama untuk mengembangkan bibit-bibit taqwa dalam jiwa anak-anak sebagai berlian hidup melalui pendidikan Bustan Tsamrotul Qolbis Salim (BTQ) yang kini telah tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 191 BTQ aktif dan Pra BTQ sejumlah 12 titik.
- Organisasi do’a khusus kaum wanita Shiddiqiyyah yang terhimpun dalam Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), dibentuk sebagai penunjang bagi organisasi lain di Shiddiqiyyah melalui Do’a Kautsaran. Meski disebut organisasi do'a, namun anggota JKPHS memiliki peran penting dalam kelancaran program-program yang dilaksanakan di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB), sebagai lembaga pendididikan formal yang mengutamakan bekal keilmuan dan akhlaqul karimah kepada putra-putri warga Shiddiqiyyah sebagai berlian hidup, berlian berfikir yang menyinari Nusantara agar menjadi hamba Alloh yang bersyukur.
- Dhilal Berkat Rochmat Alloh Shiddiqiyyah (DHIBRA), organisasi yang aktif bergerak dibidang kemanusiaan dan memiliki roda perekonomian mandiri seperti Air Mineral MAAQO, Madu Al Kautsar, Majalah Al Kautsan, Toserba, dan lain sebagainya. DHBIRA juga memiliki program tingkat Nasioanal yakni Santunan Nasional yang dilakukan secara serentak dalam rangka Tasyakkuran Maulid Nabi Muhammad SAW. Tercatat pada tahun 2023 Santunan Nasional yang disalurkan mencapai 3,2 Milyar Rupiah dalam satu rangkaian acara saja.
- ORSHID merupakan organisasi payung bagi seluruh organisasi-organisasi yang ada di lingkungan Thoriqoh Shidddiqiyyah. Mempunyai misi menaungi dan melindungi kegiatan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- OPSHID merupakan tempat yang mewadahi Jihad Fii Sabilillah bagi kaum pemuda Shiddiqiyyah sebagai pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan dan pelayan kealaman untuk Indonesia Raya.
- Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA-I) yang dijiwai oleh Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan yang memiliki tiga tujuan, yakni lestarinya Cinta Tanah Air, lestarinya Cinta Bangsa Indonesia, dan lestarinya Cinta NKRI. Oleh karena Bangsa Indonesia ini bangsa yang majemuk, maka anggotanya tidak hanya dari kalangan beragama Islam saja, akan tetapi ada juga yang beragama Hindu, beragama Budha, Katholik, Konghuchu, dan Kristen.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur