Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Mas Bechi dan Dedikasinya Untuk Indonesia Raya (Bagian V)

23 Oktober 2023 10:00

Mas Bechi dan Dedikasinya Untuk Indonesia Raya (Bagian V)

Ini adalah bagian terakhir dari lima seri Syukur Pemuda. Baca bagian satu disini, bagian dua disini, bagian tiga disini, dan bagian empat disini.

-------

Pada bagian satu hingga empat seri eksklusif Syukur Pemuda, OPSHID Media telah mengulas tentang program Rumah Syukur dan totalitas OPSHID dalam pengabdiannya untuk Indonesia Raya. Tentu semua program-program yang dijalankan oleh OPSHID, tak lepas dari komando Sang Pimpinan, Bapak Maulana M. Subchi Azal Tsani, atau lebih akrab disapa Mas Bechi. Di dalam komando Beliau, OPSHID berkiprah mengedepankan profesionalisme dalam pengabdiannya kepada Tanah Air Indonesia tercinta. 

 

Pemuda Yang Cinta Tanah Air

OPSHID atau Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah adalah organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah yang bergerak di bidang pelayan keimanan, kemanusiaan, dan kealaman. Sejak tahun 2002 mulai terbentuknya OPSHID, Mas Bechi telah menjadi pimpinannya. Dan di bawah kepemimpinannya, OPSHID terus maju menjadi garda terdepan dalam menjalankan program-program dari Sang Maha Guru, Al Mukarrom Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi.

Mas Bechi lahir pada tanggal 20 Juni 1980, yang menjadikan Beliau masih berusia 22 tahun ketika diamanahkan oleh Sang Maha Guru menjadi pemimpin OPSHID. Meski usia masih muda, namun beliau sudah memiliki kewibawaan dan jiwa pemimpin tinggi.

Beliau selalu menekankan kepada jiwa-jiwa OPSHID, agar totalitas dalam pengabdian. Totalitas dan profesionalisme itu, akhirnya diaplikasikan dalam semua program keimanan, kemanusiaan, dan kealaman yang dijalankan oleh OPSHID.

Sebagai contoh, pada program Jelajah Desa. Jelajah Desa/Jelajah Pulau/Jelajah Kota adalah program sosial kemanusiaan dimana OPSHID menyampaikan bantuan berupa ratusan paket sembako dan akses medis gratis untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di perbatasan. Seperti yang kita tahu, daerah perbatasan seringkali masih belum memiliki infrastruktur yang memadai. Jalan menuju perbatasan masih ekstrem—dan hanya kendaraan khusus offroad yang bisa menerabas jalan ekstrem, yang bisa mengantar OPSHID untuk sampai ke sana. Hingga saat ini Jelajah Desa/Jelajah Pulau/Jelajah Kota sudah dilaksanakan hingga 20 kali lebih.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida